Sekretaris PP Muhammadiyah: Ada Gejala Lempar Tangan dalam Kasus Ahok

Sekum PP Muhammadiyah ( Abdul Mu’ti) Foto:Muhammadiyah.or.id

Khittah.co, Jakarta–Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah,Abdul Mu’ti menilai ada gejala lempar tanggung jawab antara pemerintah dan Mahkamah Agung terkait status Ahok yang kini masih aktif menjabat Gubernur DKI Jakarta meski telah menjadi tersangka dalam sebuah kasus.

Gejala itu, menurut Mu’ti, tampak dalam pernyataan terkait jabatan Ahok baik dari versi Presiden Joko Widodo, Mendagri Tjahjo Kumolo dan Mahkamah Agung (MA).

“Polemik soal jabatan gubernur ini harus selesai. Ada gejala lempar tanggung jawab. Saat ditanya ke Presiden, Presiden bilang itu urusan Menteri Dalam Negeri, saat ditanyakan ke Mendagri agar menanyakan ke MA, sementara MA menyebut tidak perlu meminta fatwa soal status jabatan Ahok tapi bisa dari presiden langsung,” kata Mu’ti saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (21/2).

Pihaknya menuntut kejelasan perihal status Ahok yang hingga kini masih aktif sebagai Gubernur DKI Jakarta. Ia mendesak pemerintah dan Mahkamah Agung tidak saling melempar tanggung jawab terkait status Gubernur DKI Jakarta yang tersangkut kasus hukum.

Gejala lempar tanggung jawab, kata dia, justru akan membingungkan masyarakat sehingga berada dalam polemik yang tidak pasti. Menurutnya, posisi pemangku kepentingan terkait status jabatan Ahok harus jelas.

“Jika boleh rangkap maka jelas. Sekarang tidak ada kejelasan,” kata dia.

Mu’ti berharap persoalan Ahok segera selesai karena jika tetap berkepanjangan dapat membuat setiap pihak terus fokus pada kasus tersebut. “Kalau terus berlangung tidak selesai-selesai, energi kita akan terkuras habis hanya untuk satu persoalan. Padahal masih banyak persoalan lain yang ada di depan mata serta membutuhkan tindak lanjut,” jelasnya.

Sumber : Antara