Selayang Pandang ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan

Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Sulsel Periode 2015-2020
Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulsel Periode 2015-2020

KHITTAH.co, ‘Aisyiyah adalah organisasi perempuan yang bergerak dalam bidang sosial, keagamaan dan kemasyarakatan. Sebagai komponen organisasi perempuan Muhammadiyah, ‘Aisyiyah didirikan pada tanggal 27 Rajab 1375 bertepatan dengan tanggal 19 Mei 1917 di Yogyakarta oleh K. H Ahmad Dahlan. Bermula dari perkumpulan gadis-gadis dalam pengajian rutin yang dikenal sebagai Sapa Tresna tahun 1914, para kader ‘Aisyiyah yang kemudian berkembang sampai pada kalangan ibu-ibu rumah tangga, kemudian diajak untuk memikirkan persoalan kemasyarakatan khususnya masalah peningkatan harkat kaum perempuan.

Aisyiyah di Sulawesi Selatan diawali dengan berdirinya ‘Aisyiyah Cabang Makassar yang dirintis oleh Hj Fatimah Abdullah (Istri KH. Abdullah, Ketua Muhammadiyah Cabang Makassar saat itu) dan St. Maemunah Dg. Mattiro (Istri H. Muhammad Yusuf Dg. Mattiro, Wakil Ketua Muhammadiyah Cabang Makassar saat itu). Status ‘Aisyiyah kemudian meningkat menjadi Daerah pada tahun 1937, dengan Ketua Hj. Fatimah Abdullah.

Pada tahun 1940, diadakan Konferensi Muhammadiyah Sulsel yang dirangkaikan dengan Konferensi ‘Aisyiyah, di Sengkang, Kabupaten Wajo. Konferensi tersebut memutuskan bahwa Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Sulawesi Selatan adalah St. Dawiah S.S. Djam’an, dibantu oleh Sitti Halimah Bakkas, Sitti Hasran Dg. Makerra, Sitti Ramlah Kasim dan St. Ramlah Azis.

Konfrensi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Bantaeng pada tahun 1950, diputuskan sebagai Ketua Pimpinan Daerah  ‘Aisyiyah adalah Sitti Ramlah Azis. Setelah

 ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan mendapatkan otonomi, maka pada tahun 1968, Pimpinan Daerah Aisyiyah  menjadi Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Selatan dan Tenggara dengan susunan pengurus (Periode 1968 -1971) adalah:   Sitti Ramlah Azis (Ketua), Sitti Halimah Bakkas (Sekretaris), dan Hj. Zainab Dg Tanaga (Bendahara).

Pada periode berikutnya, ketika Sulawesi Tenggara berdiri sendiri, maka nomenklaturnya berubah menjadi Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan. Pada periode 2005-2010, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan membawahi 23 Pimpinan Daerah Aisyiyah se Sulawesi Selatan yaitu; Kota Makassar, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Bulukumba, Selayar, Sinjai, Bone, Maros, Pangkep,   Barru, Parepare, Sidrap, Pinrang, Enrekang, Tana Toraja, Soppeng, Wajo, Palopo, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Polmas, Majene, Mamuju dan Gowa.

Pada periode 2005-2010, terjadi Pemekaran Propinsi Sulawesi Barat sehingga pada tanggal 10 Dzulhijjah 1427 H / 31 Desember 2006 M diadakan Musyawarah Pembentukan ‘Aisyiyah Sulawesi Barat sekaligus Pemekaran Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat. Pada Pemekaran tersebut, tiga Pimpinan Daerah Aisyiyah yaitu Majene, Mamuju dan Polman bergabung menjadi Pimpinan Wilayah Aisyiyah Sulawesi Barat.

Saat ini, dibawah kepemimpinan Nurhayati Azis, SE., M.Si. (Ketua) dan Dra. Hidayah Quraisy, M.Pd. (Sekretaris), Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan memiliki 23 Pimpinan Daerah, 191 Pimpinan Cabang dan 644 Pimpinan Ranting. Selain itu, amal usaha ‘Aisyiyah juga senantiasa berkembang pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.

Pada bidang pendidikan, ‘Aisyiyah di Sulsel memiliki Kelompok Bermain sejumlah 94 buah, Taman Kanak-Kanak ‘Aisyiyah Busthanul Athfal sebanyak  420 buah, Taman Pendidikan Alquran sejumlah 4 buah, SD ‘Aisyiyah sejumlah 2 buah (Kota Makassar dan Kab. Wajo), SMP ‘Aisyiyah sejumlah 2 buah (Kota Makassar  dan Gowa), Madrasah Aliyah sejumlah 1 buah (Kab. Gowa) dan Pondok  Pesantren Ummul Mukminin ‘Aisyiyah sejumlah 1  buah (Kota Makassar).

Di bidang Kesehatan, ‘Aisyiyah di Sulawesi Selatan memiliki amal usaha kesehatan, yaitu Rumah Sakit Umum St. Khadijah di kabupaten Pinrang, Rumah Sakit Bersalin St. Khadijah Kota Parepare, Rumah Bersalin St. Khadijah III ‘Aisyiyah di Kota Makassar, Rumah Bersalin St. Khadijah di Kota Palopo, BKIA ‘Aisyiyah di Kabupaten Enrekang, BKIA ‘Aisyiyah di Kabupaten Pangkep, BKIA ‘Aisyiyah di Kabupaten Barru, Balkesmas di Kabupaten  Sidrap, Balkesmas di Kabupaten Wajo, Pos kesehatan Pesantren Ummul Mukminin ‘Aisyiyah Sulsel di Kota Makassar, Pos Kesehatan Panti Asuhan Bahagia ‘Aisyiyah Cab. Makassar  di Kota Makassar, dan Pos Kesehatan Panti Asuhan Saadatul Banaat  di Bulukumba.

‘Aisyiyah di Sulsel juga bergerak di bidang ekonomi, dengan mengelola amal usaha berupa Badan Usaha Ekonomi Keluarga Aisyiyah (BUEKA) di 23  Kabupaten/Kota, Koperasi  ‘Aisyiyah   di Kabupaten Bantaeng dan  Takalar, serta Unit Usaha ‘Aisyiyah Wilayah Sulawesi Selatan yang meliputi Persewaan Gedung, dan toko pusat oleh-oleh khas Sulawesi Selatan.

Dalam bidang Kesejahteraan Sosial, ‘Aisyiyah di Sulawesi Selatan memiliki Panti Asuhan yang tersebar di sejumla Kabupaten/Kota, yaitu Panti Asuhan Bahagia ‘Aisyiyah Cab. Makassar kota Makassar, Panti Asuhan “Ummu Aiman” ‘Aisyiyah Cab. Mamajang Kota Makassar, Panti Asuhan “Sejati” ‘Aisyiyah Cab. Ujung Tanah Kota Makassar, Panti Asuhan “Abadi”  ‘Aisyiyah Kota Parepare, Panti Asuhan “ Sejahtera” ‘Aisyiyah Kab. Sidrap, Panti Asuhan “ St. Kahdijah” ‘Aisyiyah Kab. Pinrang, Panti Asuhan “Al- Mubarak” Camba ‘Aisyiyah Kab. Maros, Panti Asuhan “ Amrullah” Limbung ‘Aisyiyah Kab. Gowa, Panti Asuhan “ Mushlihah” ‘Aisyiyah Kab. Jeneponto, Panti Asuhan “Sa’adatul Banaat” ‘Aisyiyah Kab. Bulukumba, Panti Asuhan “Darul Arqam” ‘Aisyiyah Cab. Gantarang Bulukumba, Panti Asuhan “Al-Hudayah Mawaddah Marahmah” Labakkang ‘Aisyiyah Kab. Pangkep, dan Panti Asuhan “Sakinah” ‘Aisyiyah Kab. Bantaeng.

Selain pengembangan amal usaha, ‘Aisyiyah Sulsel juga menjalankan beberapa program kemitraan strategis, seperti program TB-HIV Care, yang saat ini dijalankan di 8 Kabupaten Kota (Makassar, Gowa, Sidrap, Pinrang, Soppeng, Wajo, Parepare, dan Jeneponto). Program lainnya yang cukup berpengaruh di ranah publik, yaitu program “Maju Perempuan” (MAMPU). Program ini berorientasi mendorong keterlibatan dan pemberdayaan perempuan di sektor publik.

Dengan segenap potensi tersebut, wajar saja jika ‘Aisyiyah Sulsel dianggap sukses mengemban amanah sebagai tuan rumah Muktamar Satu Abad ‘Aisyiyah. Muktamar tersebut telah menorehkan Pokok-pokok Pikiran ‘Aisyiyah Abad Kedua. Inilah peta jalan (road map) gerakan perempuan Muhammadiyah kedepan. Pada Musyawarah Wilayah ‘Aisyiyah ke 39 di Palopo, 24-27 Desember 2015, Nurhayati Azis SE, M.Si. kembali dipercayakan memimpin ‘Aisyiyah periode 2015-2020.