Seminar Pra Muktamar Muhammadiyah di Unismuh Makassar, Agung Danarto Bahas Strategi Kebudayaan

KHITTAH.CO, MAKASSAR ― Universitas Muhammadiyah Makassar dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan didapuk sebagai tuan rumah seminar Pra-Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Acara digelar di Gedung Balai Sidang Unismuh Makassar, Sabtu 7 Maret 2020.

Seminar ini mengusung tema, “Strategi Kebudayaan Muhammadiyah: Dari Purifikasi Menuju Islam Berkemajuan”. Sekretaris PP Muhammadiyah Dr. Agung Danarto didaulat sebagai Keynote Speaker dalam acara ini.

Hasil Seminar ini akan dijadikan sebagai bahan perumusan kebijakan dan program Muhammadiyah di bidang kebudayaan  pada Muktamar di Surakarta, awal Juli mendatang.

“Setiap tema seminar pra-muktamar akan menjadi bahasan pokok menjadi pada sidang muktamar dan menjadi salah satu stretegi dalam rumusan muktamar. Termasuk tema yang diangkat dalam seminar pra-Muktamar di Unismuh kali ini,” ungkap Agung Danarto.

Dalam pemaparannya, Agung menyebut bahwa Muhammadiyah berada di persimpangan jalan, antara budaya global, lokal, dan Islam. Budaya global yang dimaksud didominasi budaya barat (Amerika dan Eropa), Cina, India, Jepang, Korea dan Arab. Budaya lokal terdiri dari budaya daerah dan nasional. Sedangkan budaya Islam juga memiliki beberaapa varian, liberal, puritan dan tradisional.

Di tengah himpitan tersebut, Agung berpendapat bahwa dalam menyusun strategi kebudayaan perlu dilandaskan pada tujuan mewujudkan masyarakat utama, adil, makmur yang diridai Allah swt. Arah kebudayaan Muhamamdiyah, kata Agung, perlu beroeientasi pada upaya penyebaran risalah Islam Berkemajuan dan Islam Wasathiyah.

“Arah budaya Muhammadiyah lainnya adalah pemurnian di bidang akidah dan ibadah, serta pembaharuan di bidang muamalah,” ungkap Sekretaris PP Muhammadiyah ini.

Agung juga mengemukakan bahwa untuk mewujudkan orientasi kebudayaan tersebut, Muhammadiyah melakukan dakwah amar ma’ruf nahi munkar melakukan gerakan mengajak orang lain kepada hal-hal kebaikan.

Strategi lain yang telah dirumuskan Muhammadiyah, lanjut Agung, yaitu Dakwah Kultural yang diputuskan dalam Tanwir Muhammadiyah di Denpasar. “Muhammadiyah juga menggerakkan Dakwah Komunitas pada komunitas-komunitas masyarakat di Indonesia dan mendalami nilai Negara Pancasila Darul Ahdi Wasyahadah yang diputuskan pada Muktamar 2015 di Makassar,” jelasnya.

Selain Agung Danarto, pembicara yang hadir dalam Seminar ini yaitu Prof. Dr. Chamamah Soeratno, Prof. Dr. Achmad Jainuri, Prof. Dr. Biyanto, Prof. Dr. Munir Mulkhan dan Dr. Abdullah Renre.