Shalat Gerhana di Makassar, Inilah Tempat dan Tata Caranya

gerhana matahari
ilustrasi gerhana matahari

KHITTAH.co– Indonesia berkesempatan  mendapatkan fenomena langka bernama Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis, bahwa ada 11 provinsi yang akan dilintasi gerhana matahari total.

Ke-11 provinsi tersebut adalah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka-Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara. Sementara untuk daerah di luar 11 provinsi tersebut, termasuk Sulawesi Selatan, meski hanya gerhana sebahagian yang bisa disaksikan, gerhana matahari yang diprediksi akan terjadi pada pagi hari itu tetap disambut antusias oleh masyarakat.

Selain menyaksikan fenomena alam ini nantinya, salah satu bentuk antusias itu juga disambut dengan menyikapinya secara ilmiah dengan dituntunkan untuk berdzikir melalui shalat gerhana. Di kota Makassar bagi umat Islam khususunya warga Muhammadiyah, sejauh ini telah beredar beberapa tempat yang menyatakan siap menggelar shalat gerhana secara berjamaah.

Masjid tersebut adalah Masjid Sabulussalam Unismuh Makassar, Jl Sultan Alauddin,  dengan imam dan khotib oleh Dr H Abbas Baco Miro, LC, MA serta di Masjid Ilham Bara-barayya dengan imam dan khotib Drs KH Jalaluddin Sanusi. Kemudian ada pula Masjid al Markaz Al Islami, di Jalan Masjid Raya.

Berikut Tata Cara Shalat Gerhana yang dikutip Khittah dari Buku Pedoman Pelaksanaan Pengamatan Dan Shalat Gerhana Matahari 29 Jumadilawal 1437 H / 9 Maret 2016 M Majelis Tarjih Dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Shalat gerhana dilaksanakan secara berjamaah, tanpa adzan dan iqamah. Dilaksanakan dua rakaat, pada setiap rakaat melakukan rukuk, qiyam dan sujud dua kali. Shalat gerhana boleh dilakukan di tanah lapang ataupun di masjid. Urutan tata cara shalat gerhana adalah sebagai berikut:

  1. Imam menyerukan ash-shalatu jami‘ah.
  2. Takbiratul-Ihram, lalu membaca surah al-Fatihah dan surah panjang dengan jahar.
  3. Rukuk, dengan membaca tasbih yang lama.
  4. Mengangkat kepala dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, makmum membacarabbana wa lakal-hamd.
  5. Berdiri tegak, lalu membaca al-Fatihah dan surat panjang tetapi lebih pendek dari yang pertama.
  6. Rukuk, sambil membaca tasbih yang lama tetapi lebih singkat dari yang pertama.
  7. Bangkit dari rukuk dengan membaca sami‘allahu li man hamidah, rabbana wa lakal-hamd.
  8. Sujud
  9. Duduk di antara dua sujud
  10. Sujud
  11. Bangkit dari sujud, berdiri tegak mengerjakan rakaat kedua seperti rakaat pertama.
  12. Salam
  13. Setelah shalat, imam berdiri menyampaikan khutbah satu kali yang berisi nasihat serta peringatan terhadap tanda-tanda kekuasaan Allah serta mengajak memperbanyak istighfar, sedekah dan berbagai amal kebajikan. (*)