Sikapi Kematian Janin dalam Rahim, AMM Pangkep Minta Pimpinan RS Batara Siang Evaluasi Kinerja Pelayanan

AMM Pangkep Datangi Pimpinan RS Batara Siang Pangkep
ADVERTISEMENT

KHITTAH.CO, PANGKEP– Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pangkep yang berisikan Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mendatangi pihak RSUD Batara Siang (RSBS), Jumat (4/9/2020).

Kedatanagn mereka untuk bertabayyun atau konfirmasi secara langsung terkait kasus kematian janin dalam rahim di rumah sakit tersebut.

Dalam kesempatan itu, Direktur RSuD Batara Siang, dr. Annas, menyampaikan bahwa memang benar dokter yang menangani pasien Ibu Mardatillah tidak pernah mengunjungi langsung pasien.

“Dokter yang menangani pasien memang benar tidak pernah menemui langsung pasien, namun tetap ada komunikasi ke pasien melalui petugas medis yang ada. Olehnya itu kami juga sudah melakukan investigasi apakah ada unsur kelalaian medis atau ada pelanggaran kode etik kedokteran,” terangnya.

Ketum PC IMM Pangkep, Achmad Andriany mendukung upaya investigasi yang dilakukan dan memberikan beberapa tuntutan kepada pihak RSBS terkait kasus kematian janin dalam rahim ini.

“Kami mendukung upaya-upaya investigasi yang dilakukan oleh pihak RSBS. Jika memang ditemukan kesalahan, kami meminta pihak RSBS untuk menindak dan memberikan sanksi yang tegas kepada oknum dokter tersebut agar ini bisa menjadi pelajaran,” kata Achmad.

Lebih lanjut Achmad Andriany menyampaikan agar pihak RSBS mengevaluasi dan mengoptimalkan kinerja dan pelayanan di lingkup RSBS.

“Atas nama AMM kami meminta pihak RSBS agar mengevaluasi dan kinerja dan pelayanan di RSBS, bukan cuma penanganan kehamilan saja namun di semua bidang,” jelasnya.

Turut hadir Andi Muis AE selaku dewan pengawas RSBS dan memberikan apresiasi kepada Angkatan Muda Muhammadiyah dalam menunjukkan kepeduliannya terhadap pelayanan rumah sakit.