Silaturahim ke PWM Sulsel, Mendikbud Paparkan Pola Pendidikan Karakter

img_20161116_173942

KHITTAH.CO- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia, Prof Dr Muhajir Effendy mengunjungi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, di Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu (16/11/2016) petang.

Muhajir yang didampingi istri Suryan Widati, Direktur SMP dan SMK Kemdikbud, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sulsel, Halim Muammar, dan rombongan disambut Ketua PWM Sulsel Prof Dr Ambo Asse, Sekretaris Dr Irwan Akib, dan Rektor Unismuh, Dr Abd Rahman Rahim.

Dalam kesempatan tersebut, Muhajir Effendy menyampaikan terima kasih atas dukungan moril warga Muhammadiyah terhadap dirinya dalam menjalankan amanah kenegaraan. Di depan PWM Sulsel dan warga Muhammadiyah yang memadati ruang pertemuan, ia mengaku bahwa dirinya menjadi menteri karena faktor Muhammadiyah.

“Bagaimanapun kita tidak bisa lepas dari Muhammadiyah, oleh Pak Presiden saya dipanggil dan diminta jadi menteri karena representasi Muhammadiyah, meski Muhammadiyah ini bukan partai politik,” ujar Muhajir.

Lebih lanjut, Muhajir mengaku sebagai menteri dirinya waktu itu oleh presiden langsung diminta untuk melakukan perombakan di kementrian pendidikan secara radikal. Salah satunya tentang Program pendidikan berkarakter.

“Seperti telah tertuang lewat amanah kurikulum 2013 tentang pendidikan karakter, saya diminta untuk melakukan perombakan dalam mewujudkan nawa cita dibidang pendidikan. Makanya waktu itu saya segera melakukan diskusi dengan Presiden dan Wakil Presiden hingga akhirnya lahirlah gagasan full day school,” terangnya.

Meski sempat ditentang, konsep full day school akhirnya segera dapat diberlakukan dengan konsep bukan keseragaman karakter, namun lebih pada pemetaan karekater anak.

“Untuk penguatan karakter siswa, kita sudah menemukan polanya karena di sekolah Muhammadiyah sendiri pola ini sebenarnya telah banyak diterapkan, oleh karena itu kami meninta dukungan moril warga Muhammadiyah untuk pelaksanaan konsep tersebut di semua sekolah,” jelasnya. (*)