Tegakkan Islam Berkemajuan, ‘Aisyiyah Gencarkan Program TB-HIV

Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Noordjannah Djohantini, menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Rakornas HIV TB
Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Noordjannah Djohantini, menyampaikan sambutan dalam Pembukaan Rakornas HIV TB

KHITTAH.co-Jakarta. Meskipun kuman Tuberculosis (TB) telah ditemukan sejak tahun 1882, tapi hingga 2016, belum ada satu negarapun di dunia yang bebas tuberkulosis. Bahkan World Health Organization (WHO) baru-baru ini merilis bahwa penyakit TB telah menjadi ancaman yang serius yang bersaing dengan Human Immunodeficiency Virus (HIV). Berdasarkan data tahun 2014, ada 660 orang penderita TB dari tiap 100.000 penduduk Indonesia. Setiap 152 orang penduduk Indonesia, ada 1 orang penderita TB.

Untuk menjawab persoalan tersebut, ‘Aisyiyah semakin menggencarkan program TB-HIV melalui Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas), yang digelar di Hotel Novotel-Mangga Dua Square, Jl. Gunung Sahari Raya, Jakarta, selama lima hari (1-5/3).

Dalam sambutannya sebelum membuka acara, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Noordjannah Djohantini, menegaskan bahwa program TB-HIV ‘Aisyiyah merupakan aktualisasi dari visi gerakan ‘Aisyiyah yang diputuskan pada Muktamar Satu Abad ‘Aisyiyah di Makassar tahun 2015. “Muktamar telah menggariskan ada tiga visi gerakan ‘Aisyah, Pertama, Visi Islam Berkemajuan. Kedua, Visi Pencerahan. Ketiga, Visi Gerakan Perempuan Berkemuan,” ujarnya.

“Visi Islam Berkemajuan harus melekat dalam pelaksanaan tugas keumatan dan kemanusiaan ‘Aisyiyah. Islam adalah rahmatan lil alamin, makanya dalam menjalankan program ini kita bisa bekerjasama dengan organisasi lain, temasuk yang berbeda agama. Tidak ada beban teologis bagi ‘Aisyiyah untuk bekerjasama dengan penganut agama lain dalam tolong menolong, atau kerja-kerja kemanusiaan,” jelasnya.

Visi kedua, lanjut Noordjannah, adalah pencerahan. Pencerahan ‘Aisyiyah memiliki tiga orientasi, yaitu pembebasan, pemberdayaan, dan pemajuan. “Pelaksanaan program TB-HIV dilandasi oleh etos untuk membebaskan manusia dari penderitaan dan stigmatisasi. Memberdayakan para penderita dan keluarganya, serta memajukan kehidupan mereka,” tandas Dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta ini.

“Ketiga, Aisyiyah memiliki visi Perempuan Muslim Berkemajuan. Program ini harus memberdayakan kaum perempuan agar bisa beramal saleh. Perempuan juga memiliki kemampuan dan potensi,” lanjutnya.

Authorized Signature PR Community TB-HIV Care ‘Aisyiyah, Dr. Atiqah, menjelaskan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 123 orang yang merupakan utusan dari 15 Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah se-Indonesia, serta Civil Society Organization, yaitu Persatuan Darma Karya Indonesia (Perdaki), Pelayanan Kesehatan Kristen Seluruh Indonesia (PELKESI), PKPU dan YARSI.

Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Sulawesi Selatan Sulsel turut hadir dengan mengutus enam orang peserta. Kontingen Sulsel dipimpin langsung oleh Ketuanya, Nurhayati Azis, turut menyertai, Ketua Majelis Kesehatan ‘Aisyiyah Sulsel, Junaeda Rasyad, Koordinator SR TB Care ‘Aisyiyah Sulsel, Wahriyadi, dan 3 orang timnya. “Tahun 2016 ini, program TB-HIV Aisyiyah di Sulsel juga akan dijalankan di Parepare dan Jeneponto. Selama ini kami sudah menjalankannya di 6 Kabupaten/Kota lainnya, yaitu Makassar, Gowa, Pinrang, Sidrap, Wajo, dan Soppeng,” jelas Junaeda Rasyad.