Tenaga AUM Non Kader Jadi Sorotan AMM Jelang Pelantikan PWM

ADVERTISEMENT

KHITTAangkatan-muda-muhammadiyahH.co– Peran kader dalam pengelolaan amal usaha muhammadiyah, menjadi salah satu hal yang paling banyak berkembang di kalangan kader muda menjelang pelantikan Pimpinan wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi selatan. Penataan mulai dari penempatan struktur pimpinan, perekrutan tenaga, staf dan karyawan, hingga urusan kaderisasi dalam lingkup amal usaha adalah sorotan mereka.

Menurut Ketua DPD IMM Sulsel, Ahmad, AUM saat ini memang telah menunjukkan kemajuan, akan tetapi itu hanya dari segi manajerial keuangan atau sebagai lahan bisnis saja, belum pada pada proses ideologisasi sebagaimana tujuan dari pendrian Amal usaha itu sendiri. “Di beberapa AUM khususnya kampus dan kesehatan, kita masih banyak menemukan sejumlah staf ataupun karyawan yang idelogi Muhammadiyahnya dipertanyakan, hal ini mesti disigapi,” tandasnya.

Komentar juga datang dari Wakil Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Abd Haris Zainuddin. Ia mengatakan bahwa selain kaderisasi, model pelayanan di AUM juga manjadi hal yang perlu ditelisik. “Perbedaan antara kader dan bukan di AUM itu dilihat dari pelayanannya, saya melihat yang bukan kader itulah yang kadang suka berbuat diluar etika persyarikatan, bagi kita hal sederhana seperti itulah yang melandasi bahwa penempatan kader di AUM bukan soal penempatan saja,” kata Mahasiswa Pasacasarjana UNM ini.

Sementara itu, Mantan Ketua IMM Kota Makassar, Muhammad Taqwin, mendorong agar Majelis Pendidikan Kader (MPK) harus membangun sinergi dengan Majelis Pendidikan Dasar dan Menegah (Dikdasmen) dalam melakukan revitalisasi lembaga pendidikan, khususnya tenaga pendidik yang bukan kader. “Kedua lembaga ini harus saling bersinergi dalam mengawal itu,” bebernya.

Tanggapan pun datang dari salah satu Wakil Ketua PWM Sulsel, dr Furqan Naiem. Menurutnya, harus ada sinkronisasi antara materi perkaderan dengan nilai-nilai pengelolaan suatu amal usaha Muhammadiyah (AUM). “Perlu ada pelibatkan AUM dalam penyusunan materi perkaderan, itu akan membangin sinkroniasasi,” katanya. (kr)