Teologi Berkemajuan: Pembaruan Mental Ke-Indonesiaan

ADVERTISEMENT

Teologi Berkemajuan: Pembaruan Mental Ke-Indonesiaan Oleh: Rusdianto Samawa Anggota Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah Periode 2015 – 2020

RUSDIANTO

Islam berkemajoen and Indonesia berkemajoen buah karja kijai Ahmad Dahlan. Seorang kijai bervisi nasionalis, mementingkan bangsa sendiri, mengusir kaum penjajah dengan cara sendiri, lalu lawan dominasi penindasan asing lewat pendidikan, sungguh kijai Dahlan seorang revolusioner sejati dan membersihkan jiwa umat Islam. Saja menyaksikan sendiri kijai Dahlan membekali pelajaran kepada para pemoeda-pemoeda untuk membantu bangsa Indonesia agar maju.Bung Karno, 1915

Istilah teologi sudah sangat mafhum di Muhammadiyah walaupun kisaran tahun 1980-an hingga 2000-an kata dan bahasa teologi sempat menjadi bahasan yang paling menyita waktu bagi kaum intelektual Muhammadiyah. Satu sisi hujatan tersebut ada benarnya, karena istilah teologi yang berasal dari kata theos (Tuhan) dan logos (ilmu) berarti mengandung makna ilmu ketuhanan. Ilmu ini memiliki hubungan erat dengan dinamika kekristenan. Akan tetapi di balik itu pemakaian istilah teologi di Muhammadiyah sudah mendapat keabsahannya sampai sekarang.

Namun, tidak dapat disangkal istilah-istilah ilmiah dalam keagamaan jarang sekali berhenti pada maknanya yang pertama, tetapi terus berkembang, Istilah teologipun mengalami hal yang serupa dan tetap menggelinding dalam sejarah sehingga istilah tersebut termuat pula oleh nilai – nilai yang bukan kristiani. Itulah sebabnya kita juga mengenal teologi Mu’tazilah, Teologi Asy’ariyah, teologi Muhammadiyah, teologi al-Maun, teologi tanah, teologi perempuan dan bahkan teologi shaffan (bersama). Oleh sebab itu, teologi Islam (ilmu kalam) secara sederhana diartikan sebagai ilmu yang membahas tentang Tuhan serta hubungannya dengan alam semesta, terutama antar sesama manusia (hablum minannas).Pola hubungan dengan Tuhannya merupakan faktor utama dalam pembentukan persepsi dunia. Tak pelak lagi pemikiran teologi sangat berkaitan dengan pembentukan karakter sosial masyarakat. Teologi mempunya relevansi yang kuat antara dinamis dan fatalisnya masyarakat itu, bahkan teologi itu dalam perkembangannya memberikan jalan keluar atau pencerahan suatu bangsa. (Yunan Yusuf, 1995: 48-49)