Tidak Hanya Khilafah, Muhammadiyah Juga Tolak Komunisme

KHITTAH.CO, JAKARTA – Surat Pernyataan Sikap Pimpinan Pusat terkait Pro-Kontra Seputar Peraturan  Pemerintah  Pengganti  Undang-Undang (Perppu)  Nomor  2 Tahun 2017  Dan Masalah  Keberadaan  Negara  Pancasila, yang baru beredar 7 Agustus 2017 juga menegaskan Muhammadiyah menolak dan tidak mendukung segala paham, eksistensi organisasi, dan gerakan  anti  Pancasila  lainnya  yang  berusaha  mengganti  dasar negara, yaitu  Pancasila  dan  Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Lebih lanjut, Muhammadiyah menolak keberadaan pihak yang mengembangkan paham, ideologi, dan gerakan   yang   bertentangan   dengan   Pancasila   sebagai   dasar   negara, termasuk   di dalamnya paham   dan  gerakan  Komunisme maupun paham yang  ingin  menjadikan  atau membawa   Indonesia  menjadi  negara  sekuler.

Advertisement

“Muhammadiyah  juga   menolak segala bentuk separatisme yang ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia serta  segala  paham  dan gerakan  yang meruntuhkan  sendi-sendi  dasar NKRI,” tegas Muhammadiyah dalam suratnya.

Sebelumnya, Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti pernah berpendapat dalam wawancaranya dengan wartawan Republika, jika komunisme adalah antiagama, maka komunisme bukan hanya anti-Islam, tetapi juga menolak semua agama. Karena menjadi ancaman, maka baik pemerintah dan masyarakat seharusnya bersatu untuk menyelamatkan Pancasila.

Mu’ti menegaskan, persoalan G30S/PKI bukanlah permusuhan antara umat Islam dengan PKI. G30S merupakan upaya kudeta yang dilakukan PKI untuk mengganti ideologi Pancasila dengan komunisme,” jelasnya kepada Republika.co.id, Sabtu, 1 Oktober 2016 lalu.

Sementara itu, Muhammadiyah, sejak Muktamar ke-47 di Makassar tahun 2015 lalu, telah menegaskan bahwa Pancasila adalah  sepenuhnya  sistem  negara Indonesia.

Bagi Muhammadiyah, Pancasila adalah  Darul  Ahdi  Wa  Syahadah, yakni hasil  konsensus  para  pendiri  bangsa  dan  seluruh  komponen  bangsa  Indonesia yang  harus ditegakkan dan  dijunjung tinggi serta dibangun menjadi negeri yang  bersatu, berdaulat,  adil, dan makmur dalam lindungan Allah swt (zh).