Tiga Kader Muhammadiyah Sulsel Lolos Beasiswa Persiapan Kuliah ke Luar Negeri

KHITTAH.co – Setelah menempuh seleksi yang cukup ketat, akhirnya tiga kader muda Muhammadiyah lolos seleksi Muhammadiyah Scholarship Preparation Program (MSPP). Program persiapan beasiswa ini merupakan kegiatan kerjasama antara Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Muhammadiyah bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Sadaqah (Lazis) Muhammadiyah.

Proses seleksi berlngsung dua tahap, yakni seleksi administratif dan seleksi wawancara. Peserta yang lolos seleksi administratif sebanyak 54 orang, sedangkan peserta yang dinyatakan berhak mengikuti program hanya 25 orang. Tiga orang diantaranya berasal dari Sulsel. Pengumuman itu keluar Jum’at malam (20/1/2017). Hal itu diungkapkan salah satu penerima beasiswa asal Sulsel, Achmad Zulfikar.

Selain Zulfikar, kader Sulsel lainnya yang lolos adalah Muhammad Fachri, dan Rahman Efendi. Zulfikar akan lanjut studi S3 sedangkan Fachri dan Rahman akan lanjut studi S2. Mereka akan mengikuti program pembekalan bahasa Inggris, utamanya TOEFL/IELTS di Kampung Inggris, Pare, Kediri, Jawa Timur mulai Februari sampai Mei 2017.

Penerima beasiswa lainnya, Muhammad Fachri mengungkapkan rasa syukurnya bisa lolos di program MSPP. “Semoga kelulusan saya di program MSPP ini dapat memotivasi kader-kader muda Muhammadiyah untuk melanjutkan studinya ke luar negeri. Di satu sisi dapat memberikan motivasi kepada kader dan siswa Tapak Suci Muhammadiyah, tempat saya belajar. Serta mampu menghasilkan kader yang dapat berprestasi di dunia akademik maupun non-akademik,” ungkap Fachri, yang merupakan putra Ketua Pimwil Tapak Suci Sulsel, Dr. Ramli Haba.

Panitia seleksi MSPP, Lukman Hakim mengaku bahwa peserta yang diseleksi dalam program MSPP ini merupakan kader-kader muda Muhammadiyah yang unggul. “Peserta bagus-bagus dan hampir semua adalah kader-kader unggulan yang punya prestasi di kampus dan daerahnya. Sehingga seleksi yang kami lakukan cukup ketat dengan banyak aspek yang dinilai,” ungkapnya.

Lukman melanjutkan bahwa luaran yang diharapkan dari program MSPP ini yakni dapat mempersiapkan kader muda Muhammadiyah untuk mengakses beasiswa dan kembali mengabdi di amal usaha Muhammadiyah serta berpotensi untuk memimpin Indonesia.

“Para peserta bisa memperoleh hasil yang terbaik, khususnya persiapan bahasa dan juga memandu untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri. Setelah berhasil studi di sana mereka bisa menjadi agen Muhammadiyah di luar negeri. Ketika selesai studi diharapkan mereka bisa kembali kepada amal usaha Muhammadiyah dimanapun berada dan suatu saat bisa menjadi pemimpin di negeri ini,” ungkapnya.

Berikut 25 orang kader Muda Muhammadiyah yang lolos seleksi MSPP. Pelamar S3, antara lain: Achmad Zulfikar (Sulsel), Ahmad Muzakkir Mahbub (Banten), Andri Pranolo (Jogja), Budi Santoso (Jateng), Isnaya Arina Hidayati (Jateng), Kurnia Adi Permana (Jateng), Malim Muhammad (Jateng), Muhammad Thariq Aziz (Jabar), Nurul Aisyah (Jateng), Sirojjuddin (PapBar) dan Suryansyah (Sulbar).

Pelamar S2 yang diterima, yaitu, Arif Widodo (Jateng), Desfa Yusmaliana (Babel), Dewi Setiyaningsih (Jateng), Imraatul Mudzakkirah (Jatim), Muhammad Fachri (Sulsel), Nada Elmaula Mayasari (Jakarta), Ulfatul Muflihah (Kaltim), Rahman Efendi (Sulsel), Septia Ayu Pratiwi (Jatim), Siti Arifah (Jateng), Sobiatun (Jateng), Sukrisno (Jateng), Trendy Adzan Wahyudi (Papbar) dan Waskito Wibowo (Jakarta).

Selama program, peserta akan didampingi oleh bapak Rahmat Suprapto dari Semarang, Jawa Tengah sebagai peserta sekaligus pendamping yang merupakan utusan Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah