Tolak Status Jeneponto sebagai Daerah Tertinggal, Mukhtar Tompo Gandeng LIPI

img_0745
Anggota DPR RI, Mukhtar Tompo, bersama Bupati Jeneponto pada kegiatan Diseminasi Hasil-hasil Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto,

KHITTAH.co, Jeneponto – Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo kembali menegaskan penolakannya atas status Jeneponto sebagai Daerah Tertinggal. Menurutnya, Jeneponto memiliki potensi Sumber Daya Manusia dan Sumber Daya Alam yang tidak kalah dari daerah lain. Ia khawatir, pemberian status tersebut lebih bersifat politik dan bernuansa proyek. Hal itu ditegaskannya dalam Pembukaan Diseminasi Hasil-hasil Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Jl. Lanto Dg. Pasewang, Kabupaten Jeneponto, Kamis 29 September 2016.

Sebagai legislator yang berasal dari Jeneponto, Mukhtar memiliki komitmen besar untuk mengembangkan daerahnya. Itulah alasan utama, mengapa ia menggandeng LIPI. Lembaga penelitian terbesar di Indonesia ini memiliki banyak hasil penelitian, yang perlu disosialisasikan agar bermanfaat bagi masyarakat.

Mukhtar menambahkan, hasil penelitian biasanya hanya berakhir menjadi sebuah laporan ilmiah, yang tidak memiliki manfaat langsung bagi masyarakat. Padahal banyak hasil penelitian, yang jika disosialisasikan ke khalayak akan memiliki manfaat cukup besar. Demikian ungkap Anggota Komisi VII DPR RI Mukhtar Tompo, disela-sela kegiatan Diseminasi Hasil-hasil Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Kamis, 29 September 2016.

Kegiatan Diseminasi Hasil-hasil Penelitian LIPI yang dibuka oleh Bupati Jeneponto, Drs. H. Iksan Iskandar M.Si. Dalam sambutannya, Bupati mengemukakan potensi yang dimiliki Kabupaten Jeneponto, baik di Dataran Tinggi, Dataran Rendah, maupun Daerah Pesisir dan Laut. “Bahkan angin pun adalah salah satu sumber daya alam Jeneponto yang bisa dijual. Mohon maaf kepada masyarakat Jeneponto, anginnya saya jual ke Denmark. Angin itu akan dirubah menjadi sumber energi listrik,” ungkap nakhoda Jeneponto ini.

Oleh karena itu, lanjut Bupati Jenepoto, pihaknya sangat mengapresiasi kehadiran LIPI untuk membantu pengembangan potensi Kabupaten Jeneponto. “Semua ini tidak lepas dari sumbangsih  putera daerah Jeneponto, adinda Mukhtar Tompo, yang kini telah duduk sebagai legislator di Senayan. Semoga kedepan, masyarakat Jeneponto tidak salah pilih, tetap mempercayakan beliau mewakili aspirasi masyarakat Jeneponto di DPR RI,” pungkas Bupati, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.

Sementara itu, Deputi Bidang Jasa Ilmiah LIPI, Prof. Bambang Subianto mengungkapkan ada beberapa materi yang disajikan dalam  Diseminasi tersebut, yang terkait dengan potensi alam yang dimiliki Kabupaten Jeneponto. Materi-materi tersebut, yaitu Fermentasi Buah Lontar (Pembuatan Gula Merah dan Pengemasan), pembuatan Pupuk Organik Hayati, Penggemukan Ternak dan Pakan Ternak, dan Pemanfaatan Angin sebagai Energi Terbarukan.

Pelatihan ini  digelar selama dua hari, 29-30 September 2016. Hari pertama, lebih bersifat sosialisasi ke masyarakat. Hari kedua, berorientasi pada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten Jeneponto. Acara ini mengusung tema  “Optimalisasi IPTEK untuk Pengembangan Potensi Daerah”.