Tuntut Pemotongan Biaya UKT, Mahasiswa Unismuh Gelar Aksi Demonstrasi

Mahasiswa Unismuh Gelar Aksi Demonstrasi tuntut pemotongan biaya UKT
ADVERTISEMENT

KHITTAH.CO, Makassar– Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar aksi demonstarsi di pelataran Rektorat dan di Depan Kampus Unismuh, Jl Sultan Alauddin, Rabu (22/7).

Menggunakan masker para mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa Unismuh itu menggelar aksi untuk menuntut rektor agar menerbitkan surat edaran perihal pemotongan biaya UKT / BPP sebesar 20% bagi seluruh mahasiswa tanpa terkecuali.

“Tuntutan ini didasarkan berbagai kondisi dan keadaan selama periode pandemi ini, terkhusus kolapsnya pendapatan dan penghasilan ekonomi keluarga membuat mahasiswa kesulitan untuk membayar BPP secara penuh,” kata Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kedokteran Unismuh, Imam Legistiawan.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa pelaksanaan kuliah selama semester genap tahun ini yang menggunakan sarana daring membuat mahasiswa harus merogoh kantong demi mendapatkan kuota internet agar dapat mengikuti kuliah.

“Standarisasi penyeleggaraan pendidikan kuliah menggunakan metode daring tersebut mengalami degradasi, baik secara kognitif maupun psikomotor (pendidikan karakter). Ditambah lagi, penggunaan biaya operasional selama perkuliahan daring ini memberikan kelonggaran bagi pihak penyeleggara. Tentunya hal ini tidak sejalan dengan kewajiban yang sudah ditunaikan mahasiswa sebelumnya, yakin membayar Biaya UKT secara penuh dengan Hak yang mereka peroleh dari pelaksanaan kuliah yang notabenenya hanya dilaksanakan melalui daring,” jelasnya.

Para mahasiswa pun menuntut pemotongan BPP sejumlah 20% adalah bentuk pemakluman tertinggi mahasiswa Unismuh. Hal itu juga untuk menagih hasil audiensi mereka sebelumnya dengan pihak rektorat yang belum terealisasi.

“Mahasiswa juga paham dalam penyeleggaraan Pendidikan masih membutuhkan sokongan biaya UKT. Kami tidak menuntut untuk dibebaskan secara penuh, hanya penurunan biaya,” ucapnya.