Ulama Muhammadiyah Sulsel, KH Jayatun Wafat

KH.-Jayatun
Drs. KH. Jayatun, MA, saat mengisi suatu acara (Foto: ist)

KHITTAH.co- Muhammadiyah Sulawesi Selatan dirundung duka, ia kehilangan salah satu tokoh terbaiknya, KH. Jayatun, MA. Jayatun meninggal dunia karena sakit yang diidapnya, di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Makassar pada Selasa (22/3) malam. Dia dirawat di rumah sakit tersebut sejak 12 hari lalu.

Saat ini Jenazah Kiai jayatun disemayamkan di rumah duka, Jalan Pallantikang 3 Nomor 2, Sungguminasa Kabupaten Gowa.

Salah satu mahasantri Allahuyarham di PUT Unismuh, Syamsumarlin mengatakan, Kiai Jayatun telah dirawat di Rumah sakit sejak 10 Maret 2016. Ia merasa sakit perut, kembung, hingga oleh dokter diduga terserang virus diperutnya yang menyebabkan ia tidak bisa makan.

Advertisement

“Beliau guru kami yang begitu disegani, ia santun, sangat ikhlas dalam mengajar, meski usia sudah tua tapi tetap aktif mengajar. Beliau juga merupakan pribadi yang sederhana, ulet dan penuh semangat untuk lahirnya ulama-ulama baru Muhammadiyah. Ia juga adalah seorang pembelajar sejati dengan bacaan dan koleksi buku meski disimpan di kamar. Beliau selalu berpesan biarkanlah kita dianggap bodoh dari pada dianggap pintar,” kata Syamsumarlin kepada Khittah, Selasa (22/03) malam.

Jayatun merupakan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel periode 2010-2015, ia juga adalah direktur Pendidikan Ulama Tarjih (PUT) Unismuh Makassar. Pernah sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Bontoala, dan dosen di UIN Alauddin Makassar.

Jayatun lahir di Jatiwetan, Kudus, Jawa Timur. Dalam pengakuannya semasa hidup, Ia telah aktif ber-Muhammadiyah sejak dibangku pelajar kerena semua gurunya adalah orang Muhammadiyah. Jayatun pernah belajar di Pendidikan Akhir Islam Negeri (PAIN) Yogyakarta, dan berguru langsung kepada KH. Harun Dahlan, putera KH. Ahmad Dahlan.

kr