Unismuh Terima SK Pembukaan Prodi Pendidikan Profesi Guru

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin menyerahkan SK Menristekdikti Izin Pembukaan Prodi Pendidikan Profesi Guru (PPG) kepada Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim di Kantor LLDIKTI, Jl Bung, Jumat, 21 September 2018.

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Menristekdikti terkait izin pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG), Bidang Studi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

SK Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor: 638/KPT/I/2018 tanggal 08 Agustus 2018 tersebut diserahkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi, Prof Dr Jasruddin kepada Rektor Unismuh Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim di Kantor LLDIKTI Wilayah IX Sulawesi, Jl Bung, Makassar, Jumat, 21 September 2018.

Dalam acara penyerahan SK, rektor didampingi Ketua Prodi Bahasa Inggris FKIP Unismuh Makassar, Ummi Khaerati Syam dan Ketua Prodi Bahasa Indonesia, Dr Minirah. Dari LLDIKTI Wilayah IX, Kepala Bidang Kelembagaan dan Sistem Informasi, Andi Lukman dan Kabid Umum, Andi Amir.

Dengan diserahkannya SK izin pembukaan program studi Pendidikan Profesi Guru saat ini maka Unismuh Makassar sudah dibolehkan menerima mahasiswa baru yang ingin menjadi guru. Jadi lulusan S1 yang mau menjadi guru sudah bisa mendaftar saat ini.

Menariknya karena Program Studi PPG ini selain UNM, baru Unismuh Muhammadiyah Makassar, perguruan tinggi swasta pertama di luar Jawa yang mendapatkan izin dari Menristekdikti RI untuk membuka pendidikan profesi guru ini.

Prof Dr Jasruddin usai menyerahkan SK izin pembukaan program studi PPG, meminta kepada Abdul Rahman Rahim untuk tidak menyia-nyiakan kepercayaan ini.

“Di Makassar ini dan bahkan di luar Jawa, baru Unismuh Makassar (PTS) dan UNM (PTN) yang membuka pendidikan profesi guru. Dan jika Unismuh Makassar mampu memberikan servis yang baik maka mungkin banyak calon guru yang memilih kuliah di Unismuh,” tuturnya.

Prof Jas juga dalam kesempatan ini, menyoroti kurikulum pendidikan guru saat ini yang masih lebih banyak teori dibandingkan praktek. Jika demikian terus maka sampai kapanpun tidak akan bisa mendapatkan guru yang profesional.

Oleh karena itu, Prof Jas meminta kepada rektor Unismuh dengan dibukanya PPG Unismuh Makassar bisa mencetak calon-calon guru yang profesional. Artinya calon guru yang dihasilkan betul-betul memiliki kemampuan atau keterampilan dalam mentransfer ilmunya kepada siswa.

Karena itu, calon guru yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik atau sulit mentransfer ilmunya jangan diterima. “Makanya dalam kurikulum yang akan dibuat, praktek mengajar harus lebih banyak ketimbang teori, perbandingannya 60:40,” usul Prof Jas.

Sementara itu, Dr H Abdul Rahman Rahim merasa bersyukur karena kerja keras yang dilakukan bersama selama ini telah membuahkan hasil dengan mendapatkan izin dari Menristekdikti RI untuk membuka PPG.

Agar Pendidikan Profesi Guru Unismuh Makassar ini bisa melahirkan guru yang betul-betul profesional maka perlu dilakukan TOT bagi dosen PPG. “InsyaAllah dalam waktu dekat ini dosen yang dipersiapkan  mengajar di PPG dapat mengikuti TOT,” tambahnya.(Rls)