Wahyuddin Halim: Membuat Skripsi Kualitatif seperti Menulis Novel

 

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Guru Besar Sosiologi Universitas Negeri Makassar Prof. Dr. Andi Agustang memberikan beberapa tips dalam menulis topik penelitian yang menarik. Hal itu ia sampaikan dalam acara Workshop Penelitian Kualitatif. Perhelatan ilmiah ini digelar Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, di Aula Asmadina Kampus Unismuh Makassar Rabu 8 Januari 2020.

Kaprodi S3 Sosiologi UNM ini menyarankan agar mahasiswa mencari topik yang kontroversial. “Saat saya masih muda dan kuliah di Bandung, saya pernah menulis di surat kabar, bahwa bukan Colombus yang pertama kali menemukan Benua Amerika. Tulisan itu akhirnya dibicarakan dimana-mana. Hingga Prof Koentjaraningrat mengundang saya membawakan makalah bicara di salah satu Konferensi internasional Antropologi di Bandung. Saat itu, banyak yang mengira saya sudah Doktor, padahal masih magister,” jelasnya.

Untuk mengambil topik kontroversial, sambung Andi Agustang, dibutuhkan kepintaran dan keberanian. “Anda harus siap dihujat karena berani berpendapat beda. Tapi jangan asal beda, tanpa dasar argumen yang kuat. Makanya kepintaran dan keberanian harus dipadukan,” jelas salah satu pendiri Prodi Sosiologi Unismuh ini.

Andi Agustang meminta mahasiswa untuk memilih topik skripsi yang memiliki kebaruan. “Untuk apa menulis topik yang sudah sering ditulis orang. Cari topik dan konsep yang baru,” sarannya kepada ratusan mahasiswa Pendidikan Sosiologi

Pemateri workshop lainnya, Antropolog Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Wahyuddin Halim, Ph.D. menguraikan berbagai pendekatan dalam penelitian kualitatif. “Bagi peneliti pemula, menggunakan pendekatan kualitatif akan lebih memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dibanding menggunakan pendekatan kuantitatif, yang hanya mengulang-ulang topik penelitian yang serupa,” ungkap alumni Program Doktor Australian National University ini.

Menurut Wahyuddin, laporan penelitian kualitatif yang berkualitas, menyerupai novel. “Gaya menulisnya seperti novel, tapi isinya fakta dan data penelitian, bukan fiksi. Pernahkah anda mendengarkan cerita teman anda yang baru pulang liburan. Mereka bercerita mengalir dan sistematis, dan anda mendengarkannya berjam-jam tanpa merasa bosan. Coba terapkan strategi itu dalam menulis skripsi,” jelas peraih dua gelar magister dari Universitas Dalhousie, Canada dan Universitas Temple, Amerika Serikat.

Kegiatan ilmiah yang dibuka Dekan FKIP Unismuh Makassar, Erwin Akib Ph.D. ini, dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar. “Dengan kegiatan-kegiatan ilmiah semacam ini, semoga Prodi Sosiologi mampu mempertahankan akreditasi A yang baru saja diperoleh,” kata Erwin.