Wakil Ketua DPRD Sulsel Sambut Baik Kehadiran Pimpinan IMM Sulsel

DPD IMM Sulsel Silaturahim ke Wakil Ketua DPRD Sulsel

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Yusran Sofyan, menyambut baik kehadiran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sulsel di ruangannya Kantor DPRD Sulsel. Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Rabu, 21 Februari 2018.

Kunjungan ke wakil ketua DPRD Sulsel itu dilaksanakan, dalam rangka silaturahim untuk menyukseskan Pelantikan dan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) DPD IMM Periode 2018-2020. Pelantikan dilaksanakan tanggal 14 Maret 2018 di Pusat Dakwah Muhamamdiyah (Pusdam) Sulsel. Jalan perintis kemerdekaan km 10 no 38 Makassar.

Insyaallah, kata Soemitro Emin Praja (Ketua Umum DPD IMM Sulsel 2018-2020), Rakerpim 1 DPD IMM Sulsel akan dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba.

“Saya harapkan kepada calon pimpinan DPD IMM Sulsel Periode 2018-2020, juga kepada panitia dan Pimpinan Cabang se-Sulsel agar sama-sama menyukseskan pelantikan dan rakerpim. Karena ini momentum milad IMM jadi selaku pimpinan kita akan meriahkan dimomen itu,” kata Emin.

Organisasi itu, lanjut Emin, kita yang ongkosi organisasi, bukan kita yang diongkosi dari organisasi karena organisasi itu tidak ada pendapatan. Organisasi hanya wadah untuk membentuk karakter orang atau jati diri, dan itu harus melalui proses yang panjang, tambah Emin.

Semntara itu, Yusran Sofyan, mengungkapkan, selamat kepada pimpinan baru DPD IMM Sulsel. Ia juga mengucapkan terimakasih telah mengunjungi kantor DPRD Sulsel.

“Insyaallah saya support dan dukung pelantikan di Pusdam Wilayah. Juga saya akan hadir dipelantikannya tapi tetap ingatkan saya,” ujar Yusran.

Berorganisasi, kata Yusran, bukan kewajiban tapi selaku pemuda harus berorganisasi karena di organisasilah akan terbentuk idealisme pemuda. Juga kalau berorganisasi, harus dibarengi dengan pekerjaan yang menghasilkan.

“Jangan hanya fokus di organisasi, sehingga terkendala kulliahnya. Saya sebagai aktivis dulu, punya tiga prinsip pertama sukses organisasi, sukses kulliah dan sukses kerja. Mandiri itu lebih bagus. Dulu saya kulliah sambil kerja jadi saya sendiri yang bayar kulliah, jadi saya tidak lagi pusingi orang tua,” ungkap Yusran.(Baslam)