15 Ribu Penggembira Sulsel Turun di Surabaya, Tol Sol-Ngawi Disiapkan

Suasana Rakor Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah di Ruang Tawangarum, Balai kota Surakarta, Kamis, 15 September 2022.

KHITTAH.CO, Surakrata- Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan Panitia Muktamar ke-48 Muhammadiyah- ‘Aisyiyah menyepakati perlu berkoordinasi dengan pengelola jalan tol dan pemerintah kabupaten daerah yang dilewati jalan tol Solo- Ngawi.

Hal ini untuk mengantisipasi pintu tol yang macet akibat lonjakan arus lalu lintas jalan tol yang ada di wilayah Solo raya saat pelaksanaan Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah November mendatang.

Tim Asistensi Panitia Pusat Muktamar, Herman Dodi Isdarmadi menyampaikan, jalan darat akan jadi pilihan yang banyak diplih tamu muktamar.

Panitia memprediksi, sekira 10 ribu bus akan masuk Solo yang mengangkut penggembira Muktamar ke 48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah.

“Seperti yang akan dilakukan 15 ribu penggembira muktamar dari Sulawesi Selatan yang akan menggunakan jalur setelah turun dari kapal di pelabuhan Merak Surabaya.”

Karena itulah, keberadaan jalan tol akan sangat membantu penggembira yang ingin datang ke Solo memeriahkan muktamar.

“Sehingga perlu dilakukan rekayasa lalu lintas di pintu tol agar tidak terjadi stuck (macet),” kata Herman saat Rakor Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke 48 di Ruang Tawangarum, Balai kota Surakarta, Kamis, 15 September 2022.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Surakarta, Ahyani menyampaikan, ada lima pintu tol yang melewati Solo raya, yaitu dari timur pintu tol Kebakkramat, Gondangrejo, Klodran, Bandara serta Kartasura.

Kewenangan pengelolaan kelima pintu tol itu ada di PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) atau Badan Usaha Jalan Tol Solo-Ngawi

“Informasi situasi pintu tol ini sangat penting. Sehingga jika ada pintu tol yang padat bisa diinformasikan kepada pengguna tol untuk ambil gate yang lain. Ini yang perlu disampaikan kepada masyarakat,” kata Ahyani.

Ditambahkan Ahyani, panitia Muktamar dapat memfasilitasi pertemuan dengan tiga daerah yang juga dilewati jalan tol Solo- Ngawi yaitu Sukoharjo, Boyolali, dan Karanganyar untuk melakukan koordinasi.

“Nanti kami juga koordinasi, di fasilitasi dengan panitia, dengan kabupaten sekitar terutama dengan Boyolali, Sukoharjo dan Karanganyar dengan menggunakan jaringan Dishub untuk membantu pekerjaan disana,” kata Ahyani.

Sementara itu, Walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka menyampaikan, masih ada waktu untuk melakukan koordinasi mengenai pengaturan pintu jalan tol yang akan digunakan akses menuju Solo.

” November sudah masuk libur anak sekolah belum? Belum ya. Seharusnya masih aman. Coba kita nanti koordinasikan,” tutup Gibran.