Bachtiar Nasir : Urin Unta untuk Obat Halal

Dai kondang ustaz Bachtiar Nasir pada tabligh akbar, di Auditorium Al-Amien Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa, 23 Januari 2018, dihadiri seribuan jamaah. (Foto: Baslam)

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Panitia Musyawarah Nasional (Munas) Tarjih Muhammadiyah XXX. menyelenggarakan tabligh akbar di Auditorium Al-Amien Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa, 23 Januari 2018.

“Kemarin dengar di Jakarta ada orang minum urin unta, siapa orangya kurang kerjaan banget itu,” kata Bachtiar Nasir yang ternyata menyebut dirinya sendiri.

Dalam konteksnya, urin unta itu memang najis kalau menurut pendapat Syafi’iah dan Hanafiah, tapi zat menurut kedua perawih hadis tersebut tidak najis.

“Sementara itu, NU dan Muhammadiyah, ketemu dibawah bahwa urin unta untuk obat hukumnya menjadi halal dan ada nasnya,” ungkap Bachtiar Nasir.

Ia menambahkan, air kencing Unta halal untuk dikonsumsi, merujuk beberapa hadis atau sabda Nabi Muhammad saw. Dia menyebut Hadis Riwayat Ahmad nomor 2545 yang berbunyi, “Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya mengandung obat bagi penyakit di dalam perut mereka.”

Lanjutnya, Bachtiar juga mengutip Hadis Riwayat Ibnu Majah nomor 2568 serta Hadis Riwayat Bukhari nomor 2795 untuk menjelaskan air kencing unta halal untuk dikonsumsi dan baik bagi kesehatan.

“Hadis-hadis seputar khasiat ini sudah jelas. Dalam riwayat-riwayat yang sahih dan tidak lagi diperdebatkan,” ungkapnya.

“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya mengandung obat bagi penyakit di dalam perut mereka,” lanjutnya.

Hal tersebut dikemukakan Ketua Alumni Madinah Islamic University se-Indonesia, dan penanggung jawab Aksi Damai 4 November 2016 di bawah nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), saat membawakan tabligh akbar, di Auditorium Al-Amien Kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Selasa, 23 Januari 2018.

Tabligh Akbar tersebut dihadiri seribuan pelajar, mahasiswa, guru, dosen, serta kader dan simpatisan Muhammadiyah, termasuk sejumlah pengurus Muhammadiyah Sulsel dan pengurus Muhammadiyah kabupaten kota se-Sulsel.(*)