Bencana

Oleh: Dzanur Roin*


Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagiaan dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” QS Ar-Ruum ; 41

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, bencana memiliki arti sesuatu yang menyebabkan (menimbulkan) kesusahan, kerugian, atau penderitaan, kecelakaan, bahaya. Jadi bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam, non alam manupun manusia. Bencana menjadi sebab timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan harta benda dan dampak psikologis.

Bencana datang silih berganti mulai dari banjir, gempa bumi, tanah longsor, gunung meletus, kebakaran hutan dan tsunami. Alam seakan tidak bersahabat lagi dengan kita. dimana tempat kita tinggal kita dihantui dengan berbagai macam bencana. Hujan yang seharusnya membawa manfaat menjadi bencana banjir.

Tanah yang menjadi tempat kita berpijak tiba-tiba bergoyang dahsyat, itulah gempa bumi. Laut yang ombaknya berdera-derai menjadi gelombang tsunami yang menakutkan. Menyapu segala sesuatu yang berada di hadapannya. Gunung yang menjadi pemandangan indah murka mengeluarkan segala isinya yang melulu lantahkan sekitarnya. Belum lagi tanah lonsgsor dan kebakaran hutan ketika musim kemarau. Mengutip lagunya Ebiet G Ade. “Mengapa di tanahku terjadi bencana, Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita, yang selalu bangga dengan dosa-dosa”.

Bencana yang datang ini adalah akibat dari ulah tangan manusia sendiri. Melalui ayat ini, Allah swt menegaskan bahwa kerusakan di muka bumi ini adalah akibat mempertuhankan hawa nasfu.. Manusia di kendalikan hawa nafsunya sehingga tidak sejalan dengan tuntunan dan fitrah dari Allah swt. Oleh karena itulah Allah mendatangkan akibat dari perbuatan manusia itu supaya manusia merasakan akibat dari perbuatannya. Dengan harapan manusia itu menyadari perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar dengan menjaga kesesuaian perilaku dan fitrahnya.

Banjir terjadi selain curah hujan yang tinggi juga karena sedikitnya resapan air di lingkungan kita. saluran air yang tersumbat oleh sampah yang kita buang sembarangan. Juga minimnya pepohon akibat padatnya penduduk. Tanah longsor terjadi karena akibat kegiatan pertambangan. Apalagi yang menggunakan bahan peledak sehingga menyebabkan terjadinya getaran di bawah tanah.

Selain itu tanah longsor terjadi juga karena erosi yaitu pengkisan tanah yang disebabkan aliran permukaan, air hujan, sungai-sungai atau gelombang laut yang menggerus lereng-lereng. Tebing yang kekurangan pohon atau tidak memiliki penahan akan mudah terkikis.

Hutan dengan berbagai macam tumbuhan yang berfungsi sebagai sumber oksigen dan menjaga kelestarian serta mempertahankan kesuburan tanah menjadi gundul akibat kerakusan manusia. Pohon-pohon ditebang untuk memenuhi kebutuhan manusia tanpa melakukan penghijaun kembali menjadi penyebab terbesar terjadinya bencana. Ketika hutan kita gundul tidak ada lagi akar yang menahan air dalam tanah. Akibatnya bencana alam seperti longsor dan banjir bisa melanda kapan saja.

Mari kita kembali kepada perilaku yang benar dalam manjaga lingkungan. Manfaatkan alam seperlunya sesuai dengan kebutuhan kita dengan tetap menjaga kelestarian dan penghijaun. Mari kita hidup bersih dengan selalu menjaga kebersihan diri, lingkungan dan alam. Buanglah sampah pada tempatnya. Dan yang terpenting adalah kita selalu memperbaiki sikap dan perilaku kita dengan selalu menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah swt.

Apa yang menjadi perintahnya, kita lakukan dengan sekuat-kuatnya dan apa yang menjadi larangannya kita jauh sejauh-jauhnya. Tinggalkanlah segala macam maksiat dan seluruh perbuatan mungkar dan keji. Mari menjadi pribadi-pribadi yang baik karena dari pribadi-pribadi yang baik akan melahirkan keluarga yang baik. Dan dari keluarga yang baik akan terbentuklah masyarakat yang baik pula. Masyarakat yang baldatun toyyibatun warabbun ghofur. Masyarakat yang baik penuh ridho dan ampunan dari Allah swt.

Ingatlah segala macam akan mengundang bencana. Mari kita jaga ucapan dan tingkah laku kita. mari kita jaga hubungan kita dengan Allah, hubungan kita dengan sesama manusia, dan hubungan kita dengan alam semesta. Kesolihan pribadi seharusnya berdampak kepada kesolihan sosial dan kesolihan pada alam semesta. Dalam Al-Qur’an Surat Asy-Syuraa ayat 30 Allah swt berfirman. “ Dan apa saja musibah yang menimpah kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)

Salah satu sahabat yang juga sekaligus menantu Nabi Muhammad saw. Ali bin Abi Thalib pernah berkata “Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat ”

Sambil intropeksi diri mari kita ingat-ingat apa yang sudah kita lakukan. Kalau yang telah kita lakukan adalah sesuatu yang salah mari kita bertaubat. Dan jikalau kita telah berbuat baik mari kita lanjutkan dan kita tingkatkan. Kita tidak tahu kebaikan mana yang akan membawa kita kepada surganya. Mari kita berdoa kepada Allah agar kita semua dijauhkan dari berbagai macam bencana. Dan kalaupun kita di uji dengan berbagai macam bencana semoga Allah memberi kita kekuatan agar tetap sabar dalam menghadapinya.

Sejenak lagu Rhoma Irama yang diciptakan sekitar tahun 1991 dengan judul bencana bisa menjadi renungan buat kita semua. Melalui lagu ini Rhoma Irama mengajak semua fans dan pendengarnya untuk merenungi apa yang menjadi penyebab terjadinya bencana. Berikut syairnya

Bencana
Masih perlukah air mata
Untuk menangisi dunia
Yang selalu dilanda bencana

Gempa bumi banjir badai topan
Yang selalu membawa korban
Dan juga ganasnya peperangan
Yang menghantui kehidupan

Seakan-akan di dunia
Tiada lagi keamanan
Seakan-akan di dunia
Tiada lagi ketentraman

Apakah ini akibat kesombongan manusia
Karena sudah merasa menundukkan semesta
Agama Cuma di lisan tak lagi diamalkan
Keimanan kepada tuhan Cuma berupa slogan

*Guru SD Muhammadiyah 12 Surabaya