Cerita Dosen Unismuh yang Terdesak Hati Temui Pimpinan DPRD Sulsel, Ada Apa?

Arqam Azikin dan Ketua DPRD Sulsel, HM Roem (ist)

KHITTAH.CO, Makassar- Akademisi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar yang juga dikenal sebagai pengamat politik, Arqam Azikin menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sulsel. Menariknya kedatangan dosen Fisip Unismuh itu tanpa perencanaan sebelumnya alias tiba-tiba karena kebetulan ia melintas di depan Gedung yang terletak di Jl Urip Sumoharjo itu.

“Kak melintas di Jl Urip Sumoharjo Selasa kemarin, dan tiba-tiba ada desakan dari dalam hati untuk mampir silaturrahim bersama Pimpinan Dewan di Lantai dua DPRD,” kata Arqam kepada khittah, Rabu (28/11).

Setiba di Gedung DPRD, Arqam langsung menemui Ketua DPRD Sulsel, HM Roem. Ia membicarakan terkait pemberitaan di media massa akan pembangunan Sulsel untuk kepentingan komponen Masyarakat.

“Moment tepat pertemuan saya dengan beliau saat hendak keluar ruangan dan juga Adzan Dzuhur dikumandangkan kami pun bertemu dan bersama-sama langsung menuju Mushallah. Usai Shalat pak Roem ajak Ngobrol di ruangannya, sekitar satu jam lebih kami diskusi santai namun serius tentang berbagai hal yang aktual. Awalnya kami ngobrol tentang pentingnya mahasiswa pahami dinamika politik dan pemerintahan,” cerita Arqam.

Pada kesempatan tersebut, Arqam Azikin juga mengingatkan ketua DPRD Provinsi yang pernah memberikan mata kuliah di Unismuh kala itu. “Pak Ketua ingatki kita memberikan kuliah kepada Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Unismuh waktu berkunjung ke DPRD beberapa tahun lalu,” Tanya Arqam yang kemudian diiyakan oleh Roem.

Diskusi kian mendalam dan sampai pembahasan mengenai tema TP2D dan Insentif Guru Honorer. “Panjang kami saling isi tentang kedua hal tersebut, yang mana kita ketahui bersama telah menyita perhatian banyak pihak. Hasil Diskusi kami bahwa TP2D mesti direvisi item dalam SK Gubernur dalam hal keterlibatan Pelaksanaan dan Pengawasan, serta Kewenangannya tidak perlu terlalu besar karena dapat mengganggu hubungan relasi mitra kerja Lembaga Eksekutif dan Legislatif, jika tidak direvisi maka sebaiknya SK Gubernur tentang TP2D lebih bagus dicabut, dan juga tentang adanya keinginan mencoret item Anggaran terkait insentif Guru Honorer.”

“Saya mengajak semua Fraksi cermat dalam melihat dinamika opini insentif Guru Honorer, sekaligus buka mata hati kita semua akan bagaimana nasib puluhan ribu keluarga Guru Honorer bila item anggaran insentif mereka ditiadakan,” sambungnya.

“Alhamdulillah kami berdua se-visi dalam melihat proses agenda pembangunan Sulsel ke depan, namun jangan sampai tidak memperhatikan sisi Kemanusiaan dan Mekanisme Tatanan Pemerintahan yang sebaiknya berjalan antara Legislatif – Eksekutif,” Pungkas Arqam.

Usai diskusi dengan pak Roem, Arqam Azikin juga melanjutkan silaturrahim dengan Wakil Ketua DPRD Ni’matullah dan Yusran Sofyan yang kebetulan juga bertemu di Lantai dua DPRD. Perbincangan santai antara mantan aktivis mahasiswa tidak kalah menariknya diselingi analisa dinamika pembangunan dan politik skala Lokal serta Nasional.