Danny Pomanto: Waktu Kecil, Saya Saksikan Ibu Saya Tamat di Unismuh Ranggong

KHITTAH.co, Makassar– Unismuh Makassar menggelar Rapat Senat dalam rangka Milad ke-59 pada Senin, 20 Januari 2022, di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar.

Diketahui, Unismuh berdiri pada 19 Juni 1963 sebagai kelas jauh dari Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Saat memberikan sambutan, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan Ponanto menyinggung kenangan dirinya atas Unismuh Makassar.

Ia mengungkapkan, ibunya adalah guru SMA Muhammadiyah yang merupakan alumni Unismuh Makassar.

“Tadi Prof Irwan menyebut milad sebagai momentum merefleksi masa lalu. Apa lagi tadi disinggung awal Kampus Unismuh itu di Jalan Ranggong. Saya tahu betul, karena ibu saya waktu wisuda, saya hadiri di situ, dulu Ibu masih BA. Ibu saya Guru Sekolah Muhammadiyah dan tamat di Ranggong situ,” ungkap dia diiringi tepuk tangan.

Karena itu, Danny, sapaan karib Walikota Makassar ini, menegaskan bahwa dirinya menyaksikan Unismuh Makassar sejak awal.

Ia juga menyebut dirinya tidak dapat menampik kenyataan bahwa Unismuh Makassar merupakan salah satu variabel pendorong kemajuan Kota Makassar.

Danny memastikan bahwa kepemimpinannya di periode kedua ini masih menempatkan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas. Ia yakin, itu ditentukan oleh kualitas pendidikan masyarakatnya.

“Karena itu, kami menyadingkan kata pendidikan dan SDM, yaitu revolusi pendidikan dan reformasi SDM, dan tentu supporting supply produksi SDM itu salah satunya lahir dari Universitas yang sangat terhormat ini, Universitas Muhammadiyah Kota Makassar,” kata Danny.

Danny juga menyebut visi kepemimpinannya yakni 2 kali tambah baik yang merupakan wujud progresivitas sejalan dengan spirit Muhammadiyah.

Ia menyinggung, visi progresivitas tersebut diwujudkan dalam program Makassar Metaverse (Makaverse).

Program ini tidak terlepas dari refleksinya atas kondisi yang saat ini tidak lagi hanya mengutamakan kebesaran dan kecepatan, melainkan juga adaptasi.

Kata Danny, manusia era ini mesti beradaptasi dengan perubahan-perubahan masif yang sangat lekat dengan teknologi.

Terlebih, ada tiga hal yang sedang menghantui hidup manusia kini. Pertama, ancaman pandemi atau virus, serta virus-virus lainnya yang akan muncul.

Pandemi ini kata Danny telah mengubah hidup manusia menjadi semakin digital. “Sekolah hibrida, semua serba digital,” kata Danny.

Ancaman selanjutnya yakni bencana geologis setiap 300 tahun yang sedang memasuki fasenya pada era ini, serta bencana astrologis yang menyebabkan skenario enam derajat (six degrees scenario).

“Fenomena ini menghadirkan ketakutan manusia kekurangan makanan, sehingga manusia kini ingin dekat dengan makanan. Ini merupakan peluang dan tantangan bagi Unismuh Makassar untuk mengatasi kondisi ini,” kata Danny.

Ia mengajak hadirin untuk mendukung program yang tengah digodok cetak birunya tersebut.

“Saya mengundang Universitas Muhammadiyah Makassar untuk bergabung dengan Pemerintah Kota Makassar bersama-sama membangun Makaverse dengan terbuka, bukan hanya orang saja, tapi knowledgenya juga,” kata Danny.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Makassar memerlukan banyak orang unggul untuk membangun kota ini.

“Universitas Muhammadiyah Makassat telah banyak memberikan kontribusi hingga hari ini. Tapi harapan ke depan, kita bersama-sama, bahu-membahu untuk menghadapi tiga kondisi yang dialami dunia dan kemajuan IT yang begitu cepat,” tutup Danny.

(Rls)