Gelar Rapat Kerja, STKIP Muhammadiyah Enrekang Bahas Penguatan Kelembagaan di Era Milenial 

KHITTAH.CO – Enrekang – Rapat Kerja (Raker) STKIP Muhammadiyah Enrekang Tahun Akademik 2019/2020 mengusung tema yang cukup menarik sekaligus menantang. Tema ini disusun berdasarkan hasil pendalaman pada kebutuhan kekinian perguruan tinggi.

Raker ini mengusung tema “Revitalisasi Penguatan Kelembagaan Di Era Millenial”. Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Dr. Jamaluddin Ahmad, M.Si. didaulat sebagai narasumber untuk mengulas tema tersebut.

Kegiatan ini digelar di Aula Kampus II, Jl. Bt. Juppandang, dihadiri pimpinan, dosen dan staf lingkup STKIP Muhammadiyah Enrekang, Ahad, 25 Oktober 2019.

Dalam pemaparannya, Jamaluddin mengungkapkan tiga strategi utama yang perlu diperhatikan dalam penguatan kelembagaan, khususnya institusi pendidikan seperti Perguruan Tinggi Muhammadiyah.

“Pertama, sehatkan institusi, kedua rancang inovasi sistem dan terakhir fokus pada pembinaan Sumber Daya Manusia,” ujarnya.

Penyehatan institusi dimaknai sebagai kepatuhan terhadap rambu-rambu atau regulasi yang ada dalam menjalankan fungsi-fungsi perguruan tinggi.

“Jangan sekali-kali mencoba untuk melawan arus. Misalnya dalam aspek pendidikan dan pengajaran, kita menyelenggarakan kelas jauh,” pungkas alumni S3 Administrasi Publik Universitas Negeri Makassar ini.

Poin kedua, inovasi sistem, dimaknai sebagai prinsip bahwa hari ini harus lebih baik dari kemarin, artinya peningkatan mutu dan kinerja dalam setiap harinya. “Sederhananya manajemen diri dan manajemen waktu perlu diperhatikan. Salah satu instrumen untuk mewujudkan itu, ciptakan inovasi sistem yang terbarukan, misalnya pada aspek kedisiplinan kerja, gunakan presensi online,” saran Jamaluddin.

Selanjutnya, sangat penting untuk memperhatikan SDM. “Penting ini Pak, karena SDM adalah rohnya organisasi,” tegas Rektor UMS Rappang.

Ada filosofi percintaan yang sangat perlu direnungkan, lanjut Jamaluddin, bahwa dalam satu hati tidak akan lahir dua cinta. “Maksud saya, usahakan agar dosen dan staf bekerja penuh waktu untuk institusi kita, namun sejalan dengan itu harus memperhatikan juga kesejahteraannya. Pastikan pengorbanan waktu dan pikirannya dihargai dengan pantas, misalnya menaikkan gaji dan tunjangannya, seperti yang kami terapkan di UMS Rappang,” tutup Jamaluddin.