Gerak Humanitas IMM FISIP Unismuh Makassar

KHITTAH.CO, Makassar- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) tidak diam saja atas musibah dan bencana yang terjadi belakangan ini.

Bersama IMM Social Care (ISC) yang merupakan Lembaga Semiotonom (LSO) Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) Pimpinan Cabang 9PC) IMM Kota Makassar, mereka menyerahkan bantuan kepada korban bencana tanah longsor di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Bantuan ini diserahkan di Posko Bencana Alam Longsor Kecamatan Parangloe, Gowa pada Kamis, 24 November 2022.

Diketahui, bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Parangloe, Gowa, pada Rabu, 16 November 2022. Akibat bencana tanah longsor tersebut, 15 Kepala Keluarga terdampak dan beberapa orang dikabarkan meninggal dunia dan hilang.

Tidak hanya itu, belasan rumah warga juga rusak akibat tertimbun material longsor. Selain itu, beberapa kendaraan warga juga rusak.

Kejadian tersebut, di respons langsung IMM FISIP Unismuh Makassar dengan menggelar aksi penggalangan dana di perbatasan Gowa Makassar selama tiga hari berturut-turut.

“Betul, ketika kita mendapatkan info bahwa terjadi longsor di Kabupaten Gowa, terkhusus di daerah Parangloe, kami Pikom IMM FISIP merespons cepat hal itu dengan bergerak melakukan aksi kemanusiaan di perbatasan Gowa dan Makassar selama tiga hari berturut-turut,” tutur Wahyudi Muslimin.

Sekretaris Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) IMM FISIP, Wahyudi Muslimini melaporkan, dalam proses penyaluran bantuan tersebut turut hadir Kepala Dusun setempat yaitu Muhammad Thasbi, dan diterima langsung oleh Ramli Dg Kio selaku Lurah Bontolerung.

Sementara itu, Ketua Umum Pikom IMM FISIP Unismuh Makassar Muh Akbar Maulana berharap, aksi kemanusiaan ini bisa menyentuh hati dari masyarakat lainnya, khususnya warga Kota Makassar yang menjadi lokasi penggalangan dana mereka.

Ia berharap, gerakan ini dapat membuat seluruh warga untuk saling membantu sesama. Ia menegaskan, semangat bert-ta’awun harus dihadirkan dalam kondisi rawan bencana seperti kini.

“Tujuan dari aksi sosial ini adalah untuk membantu masyarakat sekitar yang terdampak bencana alam. Dari bencana, kita belajar untuk menumbuhkan rasa peduli kepada sesama manusia. Agar manusia senantiasa memberikan support bagi masyarakat yang terdampak bencana alam. Baik itu secara materi maupun non-materi,” tutup Akbar .