Gerakan Subuh Berjamaah Muhammadiyah Lempangang Membludak, Terkumpul Infak Rp44,8 Juta untuk Wakaf Quran

Gerakan Subuh Berjamaah Muhammadiyah Lempangan Membludak, Terkumpul Infak Rp44,8 Juta untuk Wakaf Quran
Gerakan Subuh Berjamaah Muhammadiyah Lempangang membludak yang dihelat Ahad, 7 Juli 2022 di Masjid Nurul Jihad Panciro, Kabupaten Gowa.

KHITTAH.CO, Gowa- Gerakan Subuh Berjamaah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lempangang akhirnya dihelat pada Ahad, 7 Juli 2022 di Masjid Nurul Jihad Panciro, Kabupaten Gowa.

Pengajian yang dibawakan oleh Ustaz Hilman Fauzi ini, ungkap Basri, melampaui target kepesertaan. Pasalnya, semula panitia hanya menargetkan 700 orang hadirin.

“Alhamdulillah, peserta pengajian Gerakan Subuh Berjamaah ini mem-bludak. Ini melampaui target yang kami perkirakan. Lebih dari 700an orang hadir dalam pengajian yang kami helat,” tutur dia.

Ketua PCM Lempangang ini juga mengungkapkan, peserta pengajian bukan hanya dari warga dan simpatisan Muhammadiyah Lempangan. 

“Saya mendeteksi beberapa PCM di Gowa yang hadir. Ada juga Ketua PDM Gowa, bahkan Ketua PDM Selayar, Pengurus Korwil IKA/IPM Sulsel, Ketua dan Pengurus Korda IKA/IPM Gowa,” ungkap Basri.

Tidak hanya itu, kata Basri, hadir pula mahasiswa dari Bangka Belitung, Yogyakarta, Purwokerto, dan berbagai Provinsi lain yang merupakan peserta KKN MAS se-Indonesia. “Alhamdulillah, mereka mau ikut dalam Gerakan Subuh Berjamaah ini.”

Basri mengungkapkan, dari acara tersebut pihak panitia memperoleh bantuan dana dari para jemaah. Dana tersebut akan disalurkan untuk gerakan wakaf Alquran.

” Dana yang terkumpul ke panitia Kampung Qur’an untuk gerakan wakaf Alquran, sebanyak Rp44.800.000. Kita bersyukur, ini menandakan bahwa Muhammadiyah dan warga sangat antusias dalam beramal,” kata Basri. 

Selesai acara, para jemaah dijamu dengan sarapan pagi yang disiapkan oleh Muhammadiyah Cabang Lempangang.

“Kami telah menyediakan sarapan pagi untuk seluruh jemaah, silakan dinikmati. Inilah nikmat tambahan dari pengajian kita. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan,” kata Basri.

Momen makan bersama ini, kata dia, juga dijadikan sebagai ajang untuk silaturahim dan mengakrabkan diri antarhadirin. “Ini bagusnya ikut pengajian seperti ini, karena kita bisa juga merekatkan ukhuwah kita. Apalagi ini ada banyak tamu dari luar,” kata Basri.

Gerakan Subuh Berjamaah ini juga dimanfaatkan untuk membincang terkait persiapan pemberangkatan Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah yang akan dihelat 18–20 November mendatang.

“Seperti yang sudah kami biasa sampaikan, ini juga jadi ajang koordinasi dan konsolidasi kami terkait Muktamar nanti. Apalagi, Ketua PDM Gowa hadir. Jadi, walau sekadar mengobrol lepas, santai,” kata Basri (Adim).