Imam Besar New York Shamsi Ali Bahas Tantangan Dunia Islam di Unismuh Makassar

KHITTAH.CO, MAKASSAR – Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Kuliah Umum bertema ‘Islamic Communication as A Solution In The Era of 5.0’ di Masjid Subulussalam Al-Khoory Unismuh Makassar, Senin, 28 November 2022.

Hadir sebagai pembicara, President of Nusantara Foundation USA, Dr Imam Shamsi Ali.

Wakil Rektor IV Unismuh Makassar Drs H Mawardi Pewangi MPdI, menyampaikan kesyukurannya atas kehadiran tokoh besar pada kegiatan kuliah tamu Unismuh Makassar.

“Kita sangat bersyukur diberikan kesehatan dan kesempatan pada hari ini, bisa mendengarkan nasihat dan masukan pengetahuan yang bermanfaat,” ucap Mawardi Pewangi.

Imam Islamic Center of New York, Imam Shamsi Ali memulai bahasannya tentang bagaimana dunia memperlihatkan diskriminasi yang terjadi termasuk terhadap agama.

“Agama Islam merupakan agama yang berkemajuan, yang harus ditebarkan ke orang-orang. Salah satu makna penting dalam hidup yaitu berdiri di tengah untuk berani menegakkan keadilan,” ungkapnya.

Ia menggambarkan bagaimana diskriminasi yang terjadi dalam negara Barat dan negara Timur. “Ada negara yang miskin dan kaya, Apakah memang itu istilah yang adil untuk umat manusia?” tanyanya kepada hadirin yang datang.

Shamsi Ali melanjutkan, permasalahan penting dunia yakni menghadapi kebingungan terkait keyakinan.

“Ketika kita berbuat mengambil keputusan, kita akan dilanda kebingungan yang luar biasa. Maka dari itu, dakwah kita harus hadirkan, walaupun berdakwah itu tidak mudah, perlu persiapan yang besar. ” ungkapnya.

Ia membeberkan bahwa banyak manusia yang tidak sadar diri, dan lupa bahwa ada Fitrah yang terkait dengan Allah SWT.

Shamsi Ali mengatakan, banyak manusia hidup di dunia tanpa tahu tujuan hidupnya. Bahwa kita membutuhkan tujuan hidup yang jelas agar bisa menjalani kehidupan yang tepat.

“Orang yang tidak memiliki orientasi kehidupan, sehebat apapun pasti akan merasakan capek, karena bingung tidak tahu tujuan hidupnya apa,” tandasnya.

Sebagai penyokong, Shamsi Ali membeberkan beberapa persiapan dalam berdakwah untuk menyampaikan kebaikan.

Pertama, yaitu pentingnya memiliki kepercayaan diri. Kedua, memiliki wawasan yang luas. Ketiga pentingnya keteladanan (akhlak). Keempat menguasai komunikasi yang baik. Kelima memiliki pikiran yang postif dan optimisme.

Diketahui Kuliah Umum ini merupakan rangkaian dari Islamic Communication Festival (ICOMFES) yang digelar Himpunan Mahasiswa Jurusan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Agama Islam Unismuh Makassar.

(Rls)