Inovasi Pendidikan dalam Situasi Pandemi

Oleh: Nurnita*

KHITTAH.CO, – Seperti yang kita ketahui saat ini, Indonesia masih dilanda pandemi covid 19.Apa sih Covid-19 itu? Jadi Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang manusia dan dapat menular. Adanya penularan ini mengakibatkan segala kegiatan kehidupan masyarakat menjadi terhambat salah satunya adalah kegiatan pendidikan.

Selain itu menurut saya keterbatasan teknologi juga menjadi penghambat seperti tidak semua peserta didik atau siswa memiliki alat komunikasi yang dapat digunakan untuk pembelajaran secara daring kemudian masalah lain yang terjadi adalah pemahaman guru tentang teknologi juga tidak merata.

Pandemi Covid-19 membuat banyak kegiatan harus dilakukan di rumah, bahkan tidak sedikit pula usaha yang terpaksa dihentikan sementara. Pendidikan merupakan salah satu bidang yang juga terkena dampak dari pandemi Covid-19 ini. Hampir seluruh sekolah maupun perguruan tinggi menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh dalam kegiatan pembelajarannya. sebagai salah satu upaya pemaksimalan hasil capaian belajar oleh setiap mahasiswanya, sekaligus bentuk pencegahan dari penyebaran pandemi ini.

Dan kita harus menciptakan inovasi pendidikan jarak jauh dari sisi pembelajaran, yang dilaksanakan secara online atau daring, maka dari itu inovasi dan kreatif guru untuk bisa menyampaikan materi melalui video menjadi sebuah animasi-animasi yang dapat memikat peserta didik untuk mempelajarinya. Hal tersebut bisa berupa video melalui YouTube atau dikirim melalui WhatsApp, apabila ada anak yang kesulitan untuk mengakses bisa diakses lain waktu dengan cara mendownload. Selain itu Suasana yang aman dan nyaman, dan pendidik pun harus sering-sering komunikasi dengan orangtua karena kita tahu pada pembelajaran ini kegiatan dilaksanakan di rumah untuk membuat suasana yang nyaman dan aman.

Orang tua harus mengetahui bahwa tempat tersebut harus bersih dan rapi sehingga, dan anak untuk melaksanakan kegiatan jangan terlalu serius untuk dengan acara-acara seperti ekspresi atau kegiatan-kegiatan yang membuat anak merasa nyaman yang. Teknologi informasi dan komunikasi pada masa seperti ini memang sangat dibutuhkan karena pembelajaran tidak akan berjalan tanpa adanya teknologi ini, untuk menggunakan aplikasi-aplikasi seperti video call Zoom atau pun learning untuk menunjang pembelajaran agar berjalan secara lancar guru dituntut untuk memaksimalkan kegiatan pembelajaran ini.

Teknologi informasi dan komunikasi ini membutuhkan pula kiat-kiat agar tidak muncul rasa jenuh dan bosan saat pembelajaran daring. Memang benar pada saat pembelajaran banyak peserta didik yang merasa jenuh dan membuat jadwal yang fleksibel sering-sering berkomunikasi antara anak bisa melalui wa buat kelompok belajar yang rumahnya kita membuat kelompok agar anak juga berkumpul dengan teman-temannya tetapi tetap jaga protokol kesehatan biar bisa tetap aman.

Saatnya mencoba hal-hal yang mungkin kita masih ragu tapi merasa ini yang terbaik dan diharapkan tetap berpikir positif terhadap situasi semacam ini. Dan yakin bahwa ini membawa hikmah karena menjadi kebiasaan baru masyarakat adalah kemampuan untuk bisa beraktivitas di mana saja. Orang-orang akan terbiasa dengan siapa kita bekerja dan menjadi efektif.

Secanggih apapun teknologi, dan sebesar apapun inovasi pendidikan, peran guru sebagai pendidik takkan tergantikan. Konsepnya bukan untuk menggantikan guru tetapi teknologi itu untuk memperkuat potensi guru. Selain itu Kemendikbud juga meluncurkan berbagai macam strategi yang dapat memperlancar sistem belajar mengajar.

Proses pembelajaran yang berbeda serta tata kelola yang berbeda semua itu menuntut manajemen pengelolaan yang berbeda dan membutuhkan beragam inovasi manajemen pendidikan di masa pandemi membutuhkan inovasi dan kreativitas untuk dapat memberikan variasi layanan pendidikan kepada peserta didik. Hal ini dilakukan agar proses belajar mengajar tetap dapat berjalan secara optimal dengan demikian proses manajemen berbasis sekolah menjadi kegiatan yang mutlak.

Inovasi dalam pendidikan perlu dipahami dan dilakukan bukan hanya pada tataran cara melalui penggunaan teknologi dan digitalisasi namun perlu dimulai dari tatanan pola pikiran dan perilaku inovasi perlu dilihat sebagai sebuah upaya untuk mengembangkan kemampuan dalam melihat dan melakukan sesuatu dari perspektif yang berbeda kritis kreatif, menarik, dan praktis. Dalam hal ini kreativitas menjadi faktor yang penting untuk dimiliki oleh guru dan kepala sekolah serta orangtua atau pengasuh agar bisa membangkitkan antusiasme dan efektivitas proses belajar mengajar melalui berbagai cara dimulai dari apa yang tersedia di sekitar siswa.

Situasi yang berbeda di era pandemi Covid-19 ini membawa kita memiliki sudut pandang yang berbeda dengan melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda titik tujuannya bukan semata untuk mendorong anak mencapai lebih banyak hal tetapi untuk bertahan di tengah situasi yang tidak mudah dan lebih menikmati proses pendidikan yang sesungguhnya untuk hasil yang bermakna bagi anak-anak Indonesia.

 

* Mahasiswa Sosiologi Unismuh Makassar