Kader Muhammadiyah Sudah Harus Mengisi Semua Ruang Politik

KHITTAH.CO, Makassar – Tahun ini muncul hasrat politik Muhammadiyah. Konsolidasi pun telah dilakukan pada tingkat Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM). Kader Muhammadiyah diminta sudah harus mengisi semua ruang politik.

“Dengan kesadaran tersebut, Muhammadiyah mendorong kader potensial untuk mengisi ruang-ruang politik yang ada,” kata Ketua PWM Sulsel, Prof Ambo Asse, pada rapat koordinasi menyambut bulan Ramadan PWM, Majelis dan Lembaga PWM, dan PDM se Sulsel di Kampus Unismuh Makassar, Sabtu (7/4/2018).

Prof Ambo pun menjelaskan hasil pertemuan PP Muhammadiyah dan PWM belum lama ini.

“Ada tiga ruang yang harus diisi kader dan itu sudah harus disiapkan,” tukasnya.

Ruang pertama, pelaksana pemilu, komisi pemilihan umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dengan menyiapkan kader yang berkapasitas untuk mengisi ruang tersebut.

Ruang kedua, Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Oleh PP Muhammadiyah menginginkan semua PWM mempunyai satu wakil sebagai senator.

“Di Sulsel, kita telah melakukan itu dengan merekomendasi Dr Syaiful Saleh,” jelasnya.

Ruang ketiga, Dewan Perwakilan Rakyat, pusat, daerah tingkat I dan II. Oleh PP Muhammadiyah saat ini memang telah banyak partai yang meminta kader Muhammadiyah.