Komunitas Muhammadiyah di Malaysia Tetap Berkontribusi bagi Cabang-Ranting di Tanah Air

Komunitas Takerharjo Muhammadiyah (KATAM), komunitas warga Muhammadiyah asal Desa Takerharjo, Lamongan

KHITTAH.CO, Internasionalisasi Muhammadiyah belakangan ini memang sedang hangat dibicarakan. Ini bukanlah hal mustahil.

Terlebih, hingga kini, tercatat sudah ada 24 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di seluruh penjuru dunia. Ini dapat dilihat daftarnya pada laman resmi Persyarikatan.

Internasionalisasi Persyarikatan tidak berarti mengabaikan gerak cabang-ranting Muhammadiyah di tanah air. Ini terbukti oleh sekumpulan warga Muhammadiyah di Malaysia.

Di Negeri Jiran, Malaysia, para pekerja migran dasal Desa Takerharjo, Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan yang berafiliasi kepada Muhammadiyah mendirikan Komunitas Takerharjo Muhammadiyah (KATAM).

KATAM sudah berdiri sejak 2019. Ini didirikan sebagai ikhtiar untuk menjaga semangat ber- Muhammadiyah mereka, meski jauh dari tanah air. Di Indonesia, Desa Takerharjo memang dikenal basis Sang Surya.

Anggota Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia, M. Husnaini mengatakan, KATAM didirikan tidak hanya untuk berjejaring.

Perkumpulan ini juga untuk menebar manfaat, khususnya bagi desa mereka. Mereka rutin memberikan santunan kepada yang membutuhkan dan membantu dakwah Muhammadiyah di Takerharjo.

“Kita dirikan bersama para pekerja migran dari desa Takerharjo yang ada di Malaysia. Sesuai namanya, keberadaan KATAM adalah untuk membantu dakwah Muhammadiyah di desa kita, Takerharjo,” ungkap Husnaini, Sabtu, 13 Agustus 2022.

KATAM di Malaysia juga berfungsi sebagai wadah silaturahmi Warga Muhammadiyah Desa Takerharjo. Karena itulah, mereka rutin menggelar silaturahmi sekaligus rapat koordinasi setiap bulannya.

Kata Husnaini, dalam rapat tersebut akan dibahas beberapa agenda penting yang akan mereka realisasikan di kampung halaman.

“Alhamdulillah, sejak diresmikan pada 2019 hingga sekarang, KATAM selalu dapat berkontribusi. Beberapa waktu terakhir, KATAM memberikan beasiswa SPP selama setahun penuh untuk 15 anak-anak yatim dan janda miskin,” ungkap dia.

Hebatnya, KATAM juga telah berkontribusi dalam pembangunan beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Desa Takerharjo, Lamongan.

Untuk itu, Husnaini berharap dan meminta dukungan agar komunitas ini senantiasa kompak agar terus bisa menebar manfaat.

“Saat ini, KATAM tengah menggalang dana untuk membantu pembangunan masjid baru milik Persyarikatan di desa kita, Masjid Ar-Rayyan. Mohon doa, semoga KATAM terus dapat bermanfaat untuk umat,” tandasnya.

Sumber: https://muhammadiyah.or.id/menjaga-nyala-semangat-bermuhammadiyah-melalui-komunitas-desa-warga-muhammadiyah-di-malaysia/