Lazismu Sulsel Silaturahim dengan Hilman Latief

KHITTAH.CO, Makassar- Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan bersilaturahim dengan Mantan Ketua Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hilman Latief, di Wisma Zam-Zam Asrama Haji Sudiang Makassar, Selasa, 27 September 2022.

Diketahui, kini, Hilman Latief merupakan Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Republik Indonesia. Kini, di Lazismu, Hilman merupakan Penasihat Ahli Lazismu PP Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu PWM Sulsel, Alimuddin mengungkapkan, sewaktu Hilman Latief menjadi Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, beberapa Lazismu daerah telah dikunjungi. Hilman Latief ingin langsung melihat langsung kondisi Lazismu daerah.

“Tentunya, Pak Hilman ini tetap memberikan perhatian kepada kita. Ke depan, kita sangat berharap bisa banyak lagi kerjasama,” ungkap Alimuddin.

Alimuddin menyampaikan kepada Penasihat Ahli PP Muhammadiyah ini bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan dengan berbagai pihak untuk dapat melihat pembaruan dalam hukum Islam yang bisa ditarjihkan.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Lazismu PWM Sulsel, Mustari Bosra menyinggung soal dam haji. Selama ini, kata Mustari, dam dikirim ke negara lain, sementara jemaah haji Indonesia, mayoritas adalah jemaah haji tamattu.

“Jemaah kita, 99% haji tamattu, dengan kewajiban tersebut dan kafarat lainnya, tetapi justru manfaatnya tidak atau belum kita rasakan di Indonesia sendiri. Justru beberapa negara makmur yang diprioritaskan atas dam tersebut,” kata dia.

Padahal, lanjut Mustari, di negara makmut tersebut, sangat sulit bahkan tidak ditemukan lagi orang fakir. Oleh karena itu, kata Mustari, pihaknya berharap dilakukan ijtihad terkait konteks masalah ini. “Kita akan mewacanakan hal tersebut agar rukun itu dapat ditarjih” kata Mustari Bosra.

Dalam sambutannya, Hilman Latief mengapresiasi perkembangan Lazismu PWM Sulsel saat ini. Ia sempat mengenang, masa-masa awal dirinya mengawal Lazismu Sulsel yang belum seberkembang kini.

“Dahulu, pertama kali datang ke Lazismu Sulsel, penghimpunan cuma dua milis dengan empat Kantor Lazismu. Sekarang, penghimpunan dilaporkan tadi, September sudah mencapai Rp20 Milyar dan Lazismu telah terbentuk diseluruh daerah, alhamdulillah,” kata Hilman.

Dalam silaturahim ini, selain Badan Pengurus dan staf Lazismu PWM Sulsel, hadir pula pengurus Lazismu Gowa, Maros, dan Pangkep.

Lebih lanjut, Hilman mengajak Lazismu Sulsel untuk melihat isu sosial ke depan. Ia mengatakan, Muhammadiyah tidak lagi hanya dikenal dalam satu bidang, semisal pendidikan, dengan pendirian sekolahnya.

Karena itu, ia berharap, Lazismu bisa melakukan inovasi seperti pada sektor pertanian, peternakan sapi, kambing, ataupun sektor pertanian lainnya.

“Saya kira, kolaborasi seluruh stakeholder di Sulawesi Selatan harus dilakukan. Penataan zakat juga harus dilaksanakan. Data-data diformulasikan agar menjadi sebuah blueprint gerakan sosial Lazismu,” ujar dia.

Hilman berharap warga Muhammadiyah bisa menjadi contoh dalam zakat, termasuk warga Muhammadiyah Sulsel. “Terlebih, karena sejauh ini, Lazismu Sulawesi Selatan punya tim yang Solid,” tutup Hilman.