Mahasiswa FK Untad Palu Ikut Bimbingan di FK Unismuh Makassar

    Puluhan mahasiswa Fakultas Kedoktera Unismuh Makassar dan puluhan mahasiswa Fakultas Kedokteran Untad Palu, mengikuti Program Bimbingan Persiapan UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter) di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
KHITTAH.CO- Sebanyak 45 mahasiswa Program Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, mengikuti Program Bimbingan Persiapan UKMPPD (Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter), di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Program bimbingan dilaksanakan selama satu bulan yakni mulai pertengahan Oktober 2018 hingga pertengahan November 2018. Ke-45 mahasiswa FK Untad Palu tersebut bergabung bersama sekitar 60-an mahasiswa FK Unismuh Makassar.
“Kampus mereka kan rusak akibat gempa dan tsunami, jadi mereka mengikuti bimbingan di Makassar, dan kebetulan Unismuh melaksanakan Program Bimbingan Persiapan UKMPPD, jadi AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) mengarahkan mereka mengikuti program bimbingan di FK Unismuh,” jelas Wakil Dekan 1 FK Unismuh Dr Andi Weri Sompa MKes SpS, kepada wartawan di Makassar, Kamis, 18 Oktober 2018.
Tentang biaya bimbingan, Weri mengatakan, pihaknya sama sekali tidak memungut biaya dari mahasiswa FK Untad Palu, sedangkan bagi mahasiswa FK Unismuh pembayarannya sudah termasuk dalam biaya pendidikan yang telah dibayarkan melalui fakultas.
“Kami sama sekali tidak memungut biaya dari mereka,” kata Weri.
Menyinggung UKMPPD, dia mengatakan, Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) diselenggarakan oleh Kemristekdikti dengan menggaet beberapa instansi dan organisasi profesi, antara lain Kementerian Kesehatan, Konsil Kedokteran Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia (AIPKI).
Uji kompetensi tersebut, katanya, terdiri atas dua jenis tes, yaitu Computer Based Test (CBT) yang merupakan ujian tertulis, dan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang merupakan ujian praktek.
“Karena ujian kompetensi itu sangat berat, maka calon peserta harus mengikuti bimbingan,” kata Weri. (zak)