Majelis Tarjih PWM Sulsel Bincang Hukum Upacara Bendera dan Heningkan Cipta

Kenapa Kita Disunahkan Puasa Muharram?
Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulsel, Dr KH Abbas Baco Miro

KHITTAH.CO, Makassar- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel kembali akan menggelar pengajian bulanan, Selasa, 16 Agustus 2022 malam, via daring.

Kali ini, tema yang akan dibahas adalah “Peran Muhammadiyah dalam Meraih Kemerdekaan dan Hukum Merayakan Ulang Tahunnya”. Wakil Ketua PWM Sulsel Dr KH Mustari Bosra dan Anggota MTT PWM Sulsel, Dr Nur Abduh Jayatun akan menjadi pembicara pengajian ini.

Ketika dikonfirmasi via WA, Sekretaris MTT PWM Sulsel, Dr KH Abbas Baco Miro mengungkapkan, pengajian ini memang merupakan rutinitas. Setiap bulan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk menghelat pengajian.

Sementara itu, tema yang diangkat kali ini berkenaan dengan momentum Hari Ulang Tahun Ke-77 Republik Indonesia. Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Karena itu, kata Abbas, sebagai generasi pelanjut, kita harus mengenang dan mengetahui peran-peran penting dan strategis yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam memperjuangkan kemerdekaan.

“Tokoh-tokoh Muhammadiyah seperti KH mas Mansyur itu punya peran penting,  khususnya pada tahun 40-an dalam upaya untuk memperjuangkan kemerdekaan itu. Harapannya bahwa sebagai generasi pelanjut, kita tahu dan mampu mensyukuri bagaimana mereka berjuang dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini sebagai bagian dari dakwah bagian, bagian amal sholeh, agar terwujud negara yang baik,” kata dia.

Dengan begitu, lanjut Abbas, tujuan akhirnya adalah terciptanya masyarakat yang baik, sehingga kita dapat beribadah dengan baik, dan akhirnya Allah mencintai kita.

“Sehingga ke-ridho-an pun akan diperoleh. Karena negara yang baik akan mendapatkan ampunan dari Allah SWT,” kata Abbas saat diwawancarai via WA, Selasa, 16 Agustus 2022 siang.

Lebih lanjut, Abbas menjelaskan, kemampuan mengetahui bagaimana para pahlawan berjuang itu penting, sehingga kita bisa bersyukur kepada Allah dengan cara mempertahankan kemerdekaan itu dan mengisi kemerdekaan itu dengan hal-hal yang bermanfaat untuk membangun negara.

“Termasuk di dalamnya umat manusia secara umum dan umat Islam secara khusus, agar mereka ini punya media, punya sarana yang baik, punya negara yang aman dan tentram. Sehingga, bisa melaksanakan ajaran agama dengan benar. Bisa melaksanakan agama, khususnya Islam, dengan tentram, aman, dan damai, sehingga terwujudlah pelaksanaan agama yang sempurna. Itulah yang diharapkan oleh Allah Swt,” ujar dia.

Terkait hukum upacara bendera, Abbas menjelaskan, tema itu diangkat  karena adanya fatwa yang muncul perihal larangan memghormat kepada bendera.

“Sebenarnya fatwa ini sudah lama. Di antaranya adalah fatwa Al azam Al Da’im. Dalam fatwa itu menjelaskan tidak boleh mengormati bendera, bahkan ini termasuk bid’ah yang dibuat-buat. Nah, terkait dengan paham agama di Muhammadiyah, ini sudah ada fatwanya terkait dengan kegiatan tersebut, yaitu bisa kita lihat dalam fatwa tarjih,” kata Abbas.

Karena itulah, pada pengajian ini fatwa itu disosialisasikan. Pengajian ini akan membincang alasan-alasan  tidak melarang pelaksanaan upacara bendera, menghormati bendera, bahkan mengheningkan cipta.

(Adim)