Massa Aliansi Mahasiswa Unismuh Seruduk DPRD Sulsel

KHITTAH.co, Makassar — Massa Aliansi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menyeruduk kantor DPRD Sulsel, di Jalan Urip Sumoharjo, Jumat, (20/09). Tindakan itu dilakukan menyoal kebijakan pemerintah yang dinilai sarat kontroversi, dan melecehkan nalar publik.

Aliansi mahasiswa Unismuh terdiri dari Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)
Unismuh, Pimpinan Komisariat IMM dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas se- Unismuh.

Ketua Korkom Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Unismuh Makassar, Indra Darius Kala menuturkan, aksi tersebut merupakan bentuk keprihatinan dan keresahan mahasiswa dalam melihat kondisi bangsa.

Pemerintah yang notabenenya harus hadir memberikan solusi dalam setiap masalah, nyatanya malah menambah masalah.

“Dampaknya tentu kepada rakyat itu sendiri,” tuturnya.

Lebih jauh, Indra yang juga sebagai jenderal lapangan pada aksi itu mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengkajian mendalam terkait beberapa kebijakan bermasalah.

Isu dan tuntutan yang diangkat antara lain, menolak RKUHP, menolak Kenaikan tarif BPJS, menolak RUU Pertanahan serta kebakaran di TPA Antang yang memprihatinkan dan harus segera ditangani.

“Khusus UU KPK yang baru direvisi, kami akan terus menyuarakan penolakan, dan mendukung kawan-kawan elemen sipil lainnya yang akan melakukan yudisial review,” tukasnya

Indra berharap, beberapa tuntutan yang disampaikan ke DPRD Sulsel agar segera ditindaklanjuti serta pemerintah tidak lagi semena mena dalam mengeluarkan kebijakan.

Massa tersebut diterima oleh Amran Aminullah, Andi Irwandi Natsir,
Andi Muhammad Irfan AB di ruang aspirasi DPRD Sulsel.

“Kami sangat mengapresiasi aspirasi dari adek-adek mahasiswa. Mengenai beberapa tuntutan, akan kami tindaklanjuti,” pungkas Amran, Anggota Komisi A DPRD Sulsel.

Aksi ini diawali di depan kampus Unismuh Makassar, Jl. Sultan Alauddin. Setelah itu dilanjutkan dengan long march ke kantor DPRD Sulsel, Jl. Urip Sumoharjo. Demonstrasi ini mulai pukul 13.00 hingga 17.30. Mereka membubarkam diri setelah pihak DPRD Sulsel menerima aspirasi mereka, yang ditindaklanjuti dengan pengiriman fax tuntutan ke pemerintah pusat.

“Sekali lagi kami tegaskan, segenap komponen mahasiswa Unismuh akan selalu berada bersama rakyat. Kami akan terus melawan, jika Pemerintah takkunjung waras,” tegas aktivis IMM ini.