Gerakan Subuh Berjamaah Muhammadiyah Lempangang, Dakwah Plus Meriahkan Syiar Muktamar

KHITTAH.CO, Gowa- Gerakan Subuh Berjemaah menjadi salah satu cara untuk menyosialisasikan Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah. Tidak hanya untuk dakwah.

Ini dilakukan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lempangang. Pengajian dalam agenda Gerakan Subuh Berjemaah kali ini menghadirkan Ustaz Hilman Fauzi.

Gerakan Subuh Berjemaah tersebut akan digelar pada Ahad, 7 Juli 2022, pukul 4.30 Subuh, di Masjid Nurul Jihad Panciro, Kabupaten Gowa.

Ketua PCM Lempangang, Basri B Mattayang mengatakan, pihaknya memang merutinkan pengajian seperti ini. Baik PCM maupun pimpinan ranting Muhammadiyah (PRM), semuanya akan digilir melaksanakan pengajian.

“Terlebih menjelang Muktamar seperti sekarang. Ini kami manfaatkan untuk menghimpun jemaah dan warga kita untuk menyosialisasikan Muktamar, November nanti,” ungkap Basri.

Terkait Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, kata Basri, pihaknya terus melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait pemberangkatan ke Surakarta. Pengajian ini juga akan menjadi wadah untuk bertemu membicarakan teknis pemberangkatan kami.

“Warga kami antusias. Apalagi ini dua tahun Muktamar ditunda. Insya Allah, di pengajian ini kita bicarakan berapa yang fix berangkat, bagaimana koordinasi dengan panitia pemberangkatan daerah,” ungkap Basri.

Pengajian ini, lanjut Basri, diprediksi akan dihadiri sekira 700 orang. Ia mengungkapkan, pihaknya sengaja menggelar pengajian di Subuh hari.

“Kami ingin perlihatkan, kekuatan umat Islam itu besar. Kami berbondong-bondong salat berjamaah, ikut pengajian subuh-subuh. Ini tandanya, kami, warga Muhammadiyah, bukan orang munafik sebagaimana Hadis Nabi,” kata Basri.

Sosialisasikan Mubalig Muhammadiyah

Ketua PCM Lempangang ini juga mengungkapkan, pihaknya mengundang Hilman Fauzi sebagai penceramah karena mubalig ini juga merupakan kader Muhammadiyah.

“Ustaz Hilman Fauzi ini alumni Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Garut. Beliau SMP dan SMA di sana. Jadi, beliau kan kader juga,” tutur Basri.

Basri menambahkan, pengguna media sosial yang sering mengakses konten dakwah, pasti sudah tidak asing dengan Hilman Fauzi. Pasalnya, konten dakwah alumni Darul Arqam Garut ini sudah sering berseliweran di jagat maya.
“Kita sudah sering melihat konten ceramahnya di Facebook, di Instagram. Ada yang kirim video pendeknya di grup WA. Pas kita tahu Beliau ada agenda ke Makassar, kita undanglah Beliau,” kata Basri.

Ini juga menjadi ajang untuk memperkenalkan mubalig-mubalig Muhammadiyah kepada warga. Basri melihat, warga Muhammadiyah kebanyakan menonton konten dakwah mubalig lain karena tidak tahu siapa saja mubalig Persyarikatan di medsos.

“Warga kita sudah sering melihat konten-kontennya di media sosial, tapi mereka tidak tahu kalau ternyata ustaz ini kader juga. Kita harus sosialisasikan jugalah mubalig, ustaz-ustaz kita. Supaya warga kita juga dapat dakwah dari ustaz kita, bukan cuma ustaz dari gerakan sebelah,” tutup Basri.