Muktamar 48 Muhammadiyah, UMS Berikan Penghargaan ke Tiga Seniman

Banyak Menteri yang "Nyusul", Panitia Muktamar 48 Muhammadiyah Sediakan Hotel di Dekat Solo

KHITTAH.CO, Surakarta – Salah satu hal yang menjadi kesepakatan dalam Rakornis Steering Committe dengan Panitia Pusat, Panitia Penerima dan Tim Asistensi Panitia Pusat pada Kamis, 22 September 2022 adalah pemberian penghargaan kebudayaan kepada tiga seniman Kota Solo.

Tiga seniman Kota Solo yang bakal memperoleh penghargaan tersebut adalah Gesang, Waldjinah, serta Didi Kempot.

Pemberian penghargaan kebudayaan tersebut akan dilaksanakan saat pelaksanaan Malam Mangayubagyo Muktamar ke 48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah pada 18 November 2022.

Awalnya, Tim Asistensi Panitia Pusat, Herman Dodik Isdarmadi menyampaikan informasi perihal penghargaan kepada ketiga tokoh seni dan budaya Kota Solo tersebut untuk dimintakan persetujuan kepada steering committe.

Hal itu disampaikan pada rakornis yang digelar di Ruang Seminar BPH UMS di lantai 6 Gedung Induk Siti Walidah Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

“Pertimbangan kami memberikan penghargaan kepada Gesang karena beliau memiliki latar belakang Hizbul Wathan,” kata Herman Dodik Isdarmadi.

Untuk Didi Kempot, mengingat figur ini menyalurkan hasil konser amal yang digelar di salah satu TV swasta nasional melalui Lazismu sebanyak Rp2, 122 miliar pada April 2020 lalu.

“Nah, hari ini kami meminta persetujuan di rapat ini untuk pemberian penghargaan kepada 3 seniman Solo tersebut,” kata Herman Dodik.

Menanggapi informasi yang disampaikan Tim Asistensi Panitia Pusat tersebut, Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto mempertanyakan siapa pihak yang akan memberikan penghargaan kepada tiga seniman Kota Solo itu.

“Apakah UMS atau PP Muhammadiyah? Kalau UMS yang memberi anugerah Kebudayaan itu tidak masalah. Tapi kalau PP itu kita belum diajak bicara. SC belum tahu, Panitia Pusat juga belum pernah menyampaikan ke PP. Makanya harus jelas dulu hari ini PP atau UMS (yang menyerahkan) perihal penghargaan tersebut,” kata Agung Danarto.

“Kalau ada musisi Solo, PP ngga persoalan. Artinya diangkat tingkat nasional harus PP ngga masalah. Cuma proses organisasinya yang belum berjalan. Kalau UMS tidak masalah,” ujar Agung Danarto.

Setelah beberapa kali tukar pendapat antara pihak SC, PP Aisyiyah, Tim Asistensi Panitia Pusat, dan Panitia Penerima Muktamar akhirnya diputuskan pemberian penghargaan Kebudayaan kepada tiga seniman Kota Solo diberikan UMS. Pihak yang menyerahkan penghargaan adalah PP Muhammadiyah.

Ketua Panitia Penerima Muktamar, Sofyan Anif mengatakan agar lebih sederhana, memang lebih baik diberikan oleh perguruan tinggi.

“Mengenai penghargaan ini, kalau melalui PP ada prosedur melalui pleno. Jadi yang simple, apalagi penghargaan kebudayaan lebih baik perguruan tinggi (UMS),” kata Rektor UMS tersebut usai rakornis.*