Muktamar Tapak Suci, Zulkifli Hasan: Jangan Ragukan Nasionalisme Muhammadiyah!

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. Sedang menyampaikan sambutan diproses pembukaan Muktamar Tapak Suci Putra Muhamamdiyah ke 15

KHITTAH.CO, MAKASSAR — Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, hadir dipembukaan Muktamar Tapak Suci ke-15 yang dilaksanakan di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Jalan Alauddin Makassar, Jumat, 23 Februari 2018.

Zulkifli Hasan, mengatakan dalam sambutannya, Muhammadiyah yang lahir sejak 1912 telah mendahului negara dalam menanamkan nilai-nilai 4 Pilar dan ikut merekonstruksi berdirinya NKRI.

“Maka orang-orang yang meragukan spirit nasionalisme Muhammadiyah, saya harap sudahlah jangan ragukan lagi eksistensi Muhammadiyah. Karena lahirnya negara ini, sudah didahului berdirinya Muhammadiyah, sehingga Muhamamdiyah terbukti dan benar-benar dirasakan perjuangannya di Indonesia ini,” ungkap Zulkifli.

Keberadaan Tapak Suci sebagai Ortom Muhamamdiyah, kata Zulkifli, sangat menopang dalam perjalanan negara. Maka banggalah selaku kader Muhammadiyah.

“Saya bangga sebagai kader dan pendekar tapak suci untuk terus berkontribusi terhadap negara, saya siap sebagai tenaga marketing yang akan menyampaikan misi tapak suci sebagai organisasi otonom Muhammadiyah ke seluruh Indonesia,” kata Zulkifli yang diiringi tepuk tangan yang meriah itu.

Disela penyampaian materi 4 pilar Kebangsaan, Zulkifli yang juga diissukan sebagai calon presiden 2019. Zulkifli menanggapi tentang tuduhan radikalisme yang terjadi akhir-akhir ini yang diarahkan ke umat Islam.

“Kalau ada ulama atau penceramah memberikan ceramah kemudian bertakbir, saya kira itu artinya bukan penyulut radikalisme dan bukan kelompok teroris. Bisa dianggap teroris itu, yang menganiaya para ulama, yang terjadi di kampung beberapa minggu ini. Ulama itu bukan teroris, yang teroris itu adalah yang menghina agama, dan orang gila yang menganiaya kyai,” tegas Zulkifli sambil bertakbir 3 kali diikuti peserta muktamar.

Zulkifli melanjutkan, dalam akhir sambutannya, ia meminta agar polisi menangkap orang-orang gila yang melakukan teros terhadap para kyai di beberapa daerah. “Mana pak polisi, tolong tangkap orang-orang gila yang berkeliaran melakukan penganiayaan terhadap para kyai,” ujar Zulkifli.

Usai itu, diteruskan secara resmi membuka muktamar Tapak Suci ke 15 itu dengan memukul bedug sebagai tanda pembukaan muktamar.

Selain Zulkifli Hasan hadir, juga beberapa tokoh nasional hadir antaranya Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan anggota DPR RI Mukhtar Tompo dan tokoh lainnya. Rencananya Muktamar ditutup Sabtu, 24 Februari 2018 setelah pleno penyampaian hasil sidang komisi dan rapat hasil formatur terpilih. (*)