PDM Bulukumba Gelar Pengajian dan Rapat Kerja Lazismu

KHITTAH.CO, BULUKUMBA — Pimpinan Daerah Muhamamdiyah (PDM) Kabupaten Bulukumba mengelar pengajian dan dirangkaikan Rapat kerja (Raker) Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah (Lazismu) Kabupaten Bulukumba di Rumah kediaman Ketua PDM Bulukumba Jalan Ela-ela Bulukumba, Ahad, 18 Februari 2018.

Juga dirangkaikan Dialog Zakat yang menghadirkan tiga narasumber antaranya Wakil Ketua Lazismu Sulsel Dr. Abd Rahim Razaq, Ketua Baznas  Kabupaten Bulukumba Yusuf Sandi dan Direktur Lazismu Parepare Saifullah dan dihari puluhan orang.

Ketua Lazismu Kabupaten Bulukumba, Sahiruddin, menjelaskan, Lazismu Bulukumba sudah dapat ijin dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bulukumba dan Kemenag Bulukumba. Lembaga Zakat di Bulukumba baru dua Baznas dan Lazismu.

“Kehadiran Lazismu di Bulukumba bukan berarti mengambil alih tugas-tugas lembaga zakat lainnya, tapi hadirnya Lazismu adalah membantu lembaga zakat terkhusus Baznas. Alhamdulillah Beberapa hari Lazismu ini sudah dilantik oleh Lazismu Sulsel.

Sampai hari ini Lazismu Bulukumba sudah 14 kantor layanan terbentuk, dan  pelaporannya kantor layanan ke Lazismu Kabupaten, Lazismu Kabupaten ke Propinsi. Saat ini ketika ditanya oleh masyarakat, berapa kas Lazismu Bulukumba, saya jawab tidak ada. Karena setiap dapat langsung saja didistribusikan ke masyarakat,” ungkap Sahiruddin.

Suasana Pengajian PDM Bulukumba

Drs. Abdul Hamid Rahman, Ketua PDM Bulukumba, mengatakan, pengajian rutin PDM Bulukumba ini biasa dilaksanakan diberbagai tempat, berpindah-pindah seperti di Amal Usaha Muhammadiyah dan di rumah pengurus Pimpinan Cabang Muhamamdiyah.

“Saat ini kembali dilaksanakan di rumah saya, karena ada rakaian kegiatan lainnya, yaitu raker Lazismu Bulukumba. Saya harapkan pengurus Lazismu Bulukumba bukan hanya kerja-kerja insidental, dimana ada sasaran disitu dia bekerja tanpa didahului perencanaan.

Olehnya itu, adanya kegiatan hari ini, raker untuk menyusun program Lazismu Bulukumba kedepan supaya jelas kerja-kerja Lazismu. Setelah raker, Lazismu bisa tersosialisasikan diinteren, karena masih banyak orang bertanya-tanya apa sih yang akan dilakukan Lazismu itu,” ujar Hamid.

Sementara itu, sambutan Bupati Kabupaten Bulukumba diwakili oleh asisten II bagian Ekbang dan Kesra, Djunaidi Abdillah, ia menghimbau ditahun
2018-2019 adalah tahun politik, kepada masyarakat agar mendinginkan suasana. Juga ada baru kebijakan pemerintah Bulukumba yaitu bantuan beras orang miskin, dulunya dibayar namun sekarang tidak lagi dibayar.

“Hadirnya Lazismu di Kabupaten Bulukumba, tentu mendapat dukungan dari pemerintah karena program Lazismu juga program pemerintah. Kita ketahui bersama, ketika memang pengelolaan Lazismu dengan baik di Bulukumba maka kami yakin sangat membantu masyarakat kabupaten Bulukumba. Artinya apa, sebagai orang yang punya harta bisa berbagi kepada orang yang membutuhkan yaitu fakir miskin,” jelas Djunaedi.

Ketua Baznas  Kabupaten Bulukumba Yusuf Sandi., Lc mengungkapkan, kehadiran Lazismu di kabupaten Bulukumba adalah salah satu kesyukuran Baznas Bulukumba. Ia juga mengucapkan selamat atas rapat kerja yang dilakukan Lazismu.

“Bedanya Lazismu dengan Baznas. Baznas adalah berpatokan oleh pemerintah sedangkan Lazismu adalah berdiri sendiri tapi tetap patut terhadap PP Nomor 14 2014 tentang Baznas dan Peraturan Bupati Bulukumba Nomor 7 tahun 2015. Contohnya Baznas dengan Lazismu seperti instansi, negeri dan suasta. Sampai hari ini lembaga zakat di Bulukumba baru 2 lembaga resmi yaitu Baznas dan Lazismu, kalau ada lembaga zakat lain berarti itu lembaga zakat ilegal,” tutup Yusuf.(Baslam)