Pendirian Stasiun TvMu Sulsel Bukan Mustahil

Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad saat memberikan sambutan dalam Rakorwil PWM Sulsel

KHITTAH.CO, Makassar- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Ambo Asse mengatakan, pendirian stasiun TvMu di Makassar bukanlah hal yang mustahil.

Hal ini, ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PWM Sulsel, Sabtu, 24 September 2022 di Balai Sidang Muktamar Kampus Unismuh Makassar.

“Asal kita bersinergi, ringan itu. Saya kemarin dikasih tahu, diprediksi, paling sedikit biayanya seratusan juta. Saya katakan, kecil itu. M- saja kita bisa usahakan,” ungkap Ambo diiringi tepuk tangan.

Hal ini karena Muhammadiyah Sulawesi Selatan memiliki 13 perguruan tinggi. Ia menegaskan, seluruh perguruan tinggi tersebut harus bersinergi demi kemajuan Persyarikatan.

“Kalau semua perguruan tinggi kita bersinergi, bersama-sama mendukung niatan ini, pasti ringan itu. Jadi, Sulsel tidak hanya me-relay program TvMu di Jakarta, tapi kita sudah bisa menyiarkan sendiri program kita,” ujar dia.

Menanggapi hal itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad mengungkapkan, TvMu merupakan instrumen dakwah Muhammadiyah yang resmi.

Ia mengingatkan, bahwa zaman kini telah jauh berbeda. Era digital bahkan telah mengubah cara belajar agama umat.

“Sekarang, umat belajar agamanya di smartphone, nonton Youtube. Apalagi anak muda. Coba deh, lihat majelis taklim kita, pengajian kita, ada anak muda gak?”

Karena itu, Dadang mengatakan, Muhammadiyah harus mengubah strategi dakwahnya.

“Kiai Dahlan itu punya pemikiran visioner yang kita sudah tidak asing lagi quotes-nya di kita, yaitu Muhammadiyah sekarang, tidak sama dengan Muhammadiyah di masa yang akan datang,” kata dia.

Untuk itu, TvMu juga telah mendirikan kanal Youtube. Ini merupakan upaya untuk menyasar umat di media digital. Kini, orang belajar agama dengan menonton dakwah di Youtube.

“Saya membimbing mahasiswa S3, hasil penelitiannya itu, anak muda di Bekasi dan Jawa Barat itu sudah tidak mengenal lagi NU maupun Muhammadiyah. Yang mereka tahu itu UAS, UAH,” kata dia.

Dalam pemaparannya, Koordinator Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Sulsel ini juga menyampaikan bahwa abad kedua yang kini sedang dihadapi Muhammadiyah jauh berbeda dengan abad pertama.

“Alhamdulillah, abad pertama, Muhammadiyah sukses menghadapinya. Kita mendapat banyak apresiasi positif dari pengamat. Tinggal bagaimana kita menghadapi abad kedua yang serba digital sekarang ini,” ungkap dia.

Ia membeberkan, saat ini rapat Pimpinan Pusat Muhammadiyah lebih sering dilaksanakan via daring. Sebagai pengamat perubahan sosial, ia membaca bahwa manusia era kini tidak akan kembali lagi pada zaman manual yang mensyaratkan pertemuan fisik.

Karena itulah, tegas Dadang, Muhammadiyah sudah harus serius berdakwah di platform digital. Salah satunya dengan menyemarakkan syiar TvMu, baik kanal televisi maupun Youtube.