Penggembira Boleh Ikut Muktamar, Asal Taat Prokes Covid-19

KHITTAH.co, Yogyakarta- Akhirnya, Tanwir Muhammadiyah-‘Aisyiyah 2022 selesai digelar. Ada sejumlah poin penting yang menggembirakan sebagai hasil Tanwir ini.

Kabar menggembirakan tersebut terkait penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiah ke-48 di Surakarta. 

Salah satu keputusan menggembirakan tersebut yakni, penggembira di acara Muktamar dibolehkan untuk turut serta.

Hal ini disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti. Ia menyampaikan, penggembira diberi kesempatan untuk menghadiri muktamar di Surakarta dengan beberapa persyaratan. 

Persyaratan itu di antaranya, penggembira muktamar wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19 serta mengedepankan keamanan, keselamatan, dan kearifan untuk pengakhiran pandemi Covid-19. 

“Pengaturan tentang kehadiran penggembira mengacu pada ketentuan yang direkomendasikan oleh MCCC. Pengelolaan penggembira dilakukan oleh Panitia Muktamar secara seksama yang pelaksanaannya berkoordinasi dengan MCCC dan berbagai pihak terkait,” kata Prof Mu’ti. 

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof Muhadjir Effendy menambahkan, para peserta diimbau tetap fokus mengikuti segala agenda utama dalam muktamar.

Hal ini demi tercapainya tujuan muktama, serta forum tetrtinggi Persyarikatan ini dapat menghasilkan putusan-putusan yang akan membawa Muhammadiyah lebih baik lagi ke depannya

“Diharapkan juga agar segala yang telah diputuskan pada tanwir ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” harap Dia.

Diketahui, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan sejak awal Pandemi mulai melandai, menjadi saalh satu inisiator dihelatnya kembali Tanwir untuk membicarakan ulang terkait pelaksanaan Muktamar.

Pada Tanwir yang dihelat ini, Sekretaris PWM Sulsel, Prof Dr Irwan Akib kembali menyampaikan bahwa Sulsel masih berharap, Muktamar dihelat secara luring.

Bahkan, PWM Sulsel mengusulkan, penggembira juga dibolehkan untuk hadir di Surakarta. Alhamdulillah, usulan PWM Sulsel ini diterima.