Perempuan dan Kaktus

Oleh: Nurfitriana*

KHITTAH.CO – Dari puan kaktus untuk para puan “jadilah kuat seperti kaktus mampu hidup dari berbagai kondisi dan mampu melindungi diri” selayaknnya kita sebagai perempuan dapat mengimplementasikan makna dari tanaman kaktus. Walaupun kaktus tanaman yang keras lagi berduri, yang ketika menyentuhnya dapat membuat terluka oleh duri-duri tajam yang melekat di bagian batangnya. Kaktus tak seperti  layaknya tanaman mawar yang memiliki mahkota yang indah dan keharuman yang wangi yang melambangkan cinta sejati. Dan kaktus ini pula tak seperti layaknya tanaman bunga matahari yang dengan indahnya mekar menyambut matahari dan dengan setianya mengikuti arah matahari yang melambangkan keceriaan dan persahabatan.

Kaktus memanglah keras lagi berduri, namun tak bisa dimungkiri bahwasannya kaktus sangatlah unik dan berbeda dari tanaman bunga mawar, bunga matahari dan tanaman bunga-bunga lainnya. Setiap tanaman atau bunga memiliki keunikan masing-masing. Namun, kaktus ini memiliki daya tarik tersendiri. Makna dari sifat kaktus yang patut dijadikan pembelajaran untuk menjalani hidup maupun menghadapi problem-problem kehidupan.

Terkhusus perempuan harus berperan penting dalam memaknai lalu mengimplementasikan makna dari keunikan kaktus tersebut, disebabkan lika-liku kehidupan semakin keras dan kejam. Sehingga diharapkan perempuan bisa mampu hidup di berbagai kondisi dan mampu melindugi diri sendiri selayaknnya kaktus yang kuat, jujur, mandiri,sabar, ikhlas dan tangguh. Namun kebanyakan perempuan telah memiliki sikap yang hampir punah atau memiliki sikap yang lebih condong manja, lemah, dan terlebih lagi zaman milenial yang kebanyakan memiliki sikap insecure.

Sikap perempuan yang lebih condong manja, lemah, maupun insecure itu tentunnya tidaklah sehat. Ini adalah penyakit bagi para perempuan sekarang. Padahal sejatinya perempuan adalah sosok yang mulia, yang nantinnya akan mencetak generasi-generasi penerus bangsa, dia adalah madrasah pertama bagi anak-anaknnya kelak di mana haruslah sebagai perempuan mampu mendidiknnya sebaik mungkin sehingga terciptannya anak-anak yang berkemajuan.

Perempuan sebagai rahim peradaban. Untuk itu perempuan tak layak bersikap lemah, manja, maupun insecure. Jadi perempuan belajarlah dari makna sikap yang dimiliki kaktus!. perempuan butuh kekuatan dalam menghadapi berbagai kondisi selama menghadapi lika liku kehidupan yang semakin hari semakin keras dan kejam. Kaktus melambangkan kesetiaan, daya tahan, kekuatan, atau keabadiaan karena tanaman kaktus ini benar-benar mampu bertahan dari segi musim dan unsur-unsur lainnya.

Pertama, perempuan ketahuilah bahwa kaktus tidaklah manja disebabkan kaktus tak perlu kasih sayang yang berlebihan karena tak perlu adannya perawatan yang berlebihan seperti diberikan air setiap hari dan diberikan pupuk. Cukuplah disiram air minimal 2 kali seminggu sehingga mampu bertahan hidup. Dan justru semakin kaktus disiram setiap hari bahkan setiap saat maka kaktusnnya akan tidak bisa bertahan hidup atau akan cepat mati. Tentunya perempuan belajarlah dari sifat kaktus yang bisa hidup dengan tidak manja atau tidak mendapatkan kasih sayang maupun perhatian lebih.

Kedua, kaktus memang mengerikan dengan adanya duri-duri tajam yang menancap disegujur tubuhnya. Apabila kita menyentuhnya maka kita bisa terluka. Namun bagi saya ini sah-sah saja disebabkan adanya nilai positifnya. Bentuk keras lagi berdurinya kaktus itu sebagai tameng atau senjata untuk melindunginya sehingga terhindar dari bahaya. Jadi kaktus ini adalah sosok yang mampu melindungi diri sendiri. bukan sebagai untuk ajang meyombongkan diri karena tak ingin disentuh namun ini adalah caranya kaktus untuk tetap merasa aman dari bahaya atau bentuk perlindunganya terhadap dirinya.

Saya harap para puan-puanku bisa pula melindungi dirinya sendiri dengan sekurang-kurangnya mempunyai ilmu dasar bela diri atau lebih bagusnya lagi jika ahli dalam bela diri sehingga tidak mendapat bahaya nantinya di karenakan adanya faktor kriminal yang memang sering kali terjadi, dan sasaran empuknya adalah dominan perempuan. Perempuan dinilai sebagai kaum yang lemah yang tak bisa melindungi dirinya sendiri. Jadi ilmu bela diri memang penting bagi perempuan itu sendiri. jadi  tidak usah khawatir belajar bela diri dan takut disebut sebagai perempuan yang sangar, keras dan mengerikan. Nilai positivnya perempuan sendiri yang akan dapatkan. Setidaknnya perempuan akan merasa aman.

Ketiga, kaktus itu mandiri. Karena kaktus bisa tetap tumbuh disebabkan adanya usaha mencari makanan sendiri menggunakan akar panjang yang di miliki, sehingga tanpa adanya orang yang merawatnya, kaktus mampu hidup sendiri. Dan untuk melindungi dirinya pun tidak perlu dikhawatirkan karena dengan sendirinya dia mampu melindungi dirinya dari bahaya sehingga kaktus tak menggantungkan dirinya terhadap bantuan yang akan membahayakanya. Di sini bukan berari kaktus tak membutuhkan orang lain namun sejatinnya kaktus bisa bertahan hidup dengan sendirinya tanpa menggantungkan dirinya terhadap orang lain.

Jadi sebagai perempuan haruslah bisa memandirikan dirinya baik dari segi untuk bertahan hidup seperti kaktus yang mampu mencari makanan sendiri maupun dari segi cara melindungi diri seperti halnya kaktus yang dapat melindungi dirinya sendiri dari bahaya yang mengancamnya dan itulah kemandirian kaktus yang bisa ditiru dan sebagai perempuan penting juga mandiri. Dari segi pemikiran di mana yang dimaksud itu bahwa perempuan itu haruslah menjadi cerdas dalam berpikir karena perbuatan itu terjadi disebabkan dari akibat pemikiran. Ketika tidak mandiri dalam berpikir maka sama saja bukan hasil dari kemauan  sendiri disebabkan akan selamanya bergantung kepada orang dalam menentukan suatu perbuatan dan itu sama halnya saja  tidak dapat mengatur diri sendiri di karenakan tidak dapatnya berpikir secara mandiri.

Keempat, kaktus selain keras lagi berduri namun tak bisa dimungkiri bahwa kaktus memiliki sisi kelembutan yg telah mengajarkan bagaimana arti kesabaran yang sesungguhnya baik dari yang merawatnya atau yang paham akan maknanya. Kaktus telah menunjukkan bahwa sabar dalam penantian akan mendapatkan hasil keindahan setelahnya. Itu semua disebabkan kaktus yang telah menumbuhkan bunga dari sekian lamanya bahkan bisa sampai pergantian purnama barulah  kaktus bisa menumbuhkan bunga yang indah. Itu telah mengajarkan arti kesungguhan bersabar yang membuahkan hasil keindahan setelah menunggunya. Dan tidak bisa dimungkiri bahwasanya kaktus selain mengajarkan kesabaran dia juga mengajarkan arti keikhlasan. Yang  tak jarang kaktus bisa menumbuhkan bunga yang indah sehingga keikhlasanlah yang harus ada dalam menghadapi tidak tumbuhnya bunga yang indah di pucuk kaktus.

Sama halnya dengan perempuan. Kesabaran itu penting ada di dalam diri perempuan disebabkan tak jarang sebagai perempuan itu sering mendapatkan masalah atau ujian hidup jadi sebisa mungkin bersabarlah dalam mendapatkan masalah atau ujian hidup. Karena itu adalah sebuah proses sehinnga dapat menjadi lebih baik kedepanya dan yakinlah dari sebuah proses pastilah mendapatkan hasil jadi perbanyaklah sabar demi menanti keindahan pada hasilnya. Dan perempuan selain belajar arti kesabaran dari kaktus. Perempuan juga harus belajar bagaimana arti keihlasan. Seperti kaktus tetap tumbuh walaupun selama hidupnya tak menumbuhkan bunga. Jadi perempuan belajarlah karena keikhlasan itu penting agar bisa merelakan sesuatu yang tak bisa dicapai dan tetaplah hidup walau gagal dalam penantian mendapatkan keindahan. Jadi bersabar dan ikhlaslah selama masih hidup karena hidup tak sebercanda itu karna hidup semakin lama semakin keras dan kejam.

Kelima, kaktus selain mampu bersabar dan ikhlas. Kaktus telah menunjukkan sisi kelembutannya. Di mana sisi kelembutan yang ditunjukkan tersebut bukanlah menjamin lemahnya kaktus. Namun kaktus telah menunjukkan bahwa kaktus sangatlah kuat dan tangguh. Kaktus bisa hidup di pantai, di gunung, di hutan bahkan di tanah gersang yang tandus yang minim airpun kaktus tetap menunjukkan kekuatannya dengan tetap tumbuh berdiri kokoh tegak dan tak layu.

Jadi perempuan haruslah menyeimbangkan kelembutannya dan kekuatannya. layaknnya kaktus yang tetap kuat dan tangguh  walaupun hidup di tanah gersang sekalipun dan tetap bersabar dan ikhlas menghadapinya sampai menumbuhkan bunga di pucuk kaktus maupun tidak menumbuhkan bunga sekalipun. Jadi tumbuh kuat dan tanggulah para puan-puan tanpa harus menghilangkan sisi kelembutan, yang  tetap sabar dan ikhlas. Di mana perempuan tetap tampil percaya diri, bersemangat, berani dalam menghadapi kondisi apapun dan jangan mudah menyerah.

Yang terakhir kaktus itu jujur. Seperti yang terlihat bahwa walaupun kaktus terlihat keras lagi berduri namun kaktus tetap menunjukkan dirinya yang keras lagi berduri yang dapat membuat orang menghindarinya di karenakan adanya ketakutan ketika menyentuhnya akan terluka. Namun kaktus tetap jujur memperlihatkan siapa dirinya yang sebenar-benarnya tanpa harus menutupi dirinya.

Perempuan jujurlah dengan menampilkan apa adanya di dalam diri perempuan. Tak terlepas mau diniliai buruk atau baik yang membuat orang akan menghindar atau mendekat. Namun itulah diri perempuan. Jadi tumbuhlah selayaknnya kaktus wahai para perempuanku. Dari puan kaktus untuk para perempuan yang ada.

* Mahasiswa Sosiologi Universitas Muhammadiyah Makassar