Perkuat Silaturrahim, BEM STIMIK Bina Adinata Bulukumba Gelar Bukber

KHITTAH.CO, BULUKUMBA — Momen bulan suci Ramadhan menjadi momen yang dinantikan oleh seluruh umat Muslim di dunia ini, tanpa terkecuali pengurus BEM STIMIK Bina Adinata Bulukumba mengelar buka bersama (bukber). Bukber itu, dihadiri puluhan mahasiswa STIMIK Bina Adinata dan turut hadir Dosen STIMIK Bina Adinata. Berlangsung di Jalan Serikaya nomor 08 Bulukumba, Sabtu, 2 Juni 2018.

Ketua BEM STIMIK Bina Adinata, A. Taufiqurrahman Akbar, juga menjabat sebagai Sekretaris Bidang Hikmah Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhamamdiyah (IMM) Bulukumba. Ia menyampaikan bahwa, sebelumnya ada agenda berupa skill computition sebelum buka puasa brsama.

“Tujuannya sebenarnya diadakan acara buka puasa bersama agar kita sesama mahasiswa dan dosen dapat menjalin tali silaturahim. Juga pastinya kebersamaan, pengalaman, dan juga ada perjuangan agar kita mahasiswa yang diberikan amanah sebagai pengurus BEM, dapat menjalankan amanah dengan baik dan maksimal. Karena ini kegiatan langkah awal kami dalam kepengurusan BEM STMIK Bina Adinata,” ungkap Akbar.

Sementara itu, ketua panitia, Mufliha yang juga menjabat sebagai Bendahara 3 PC IMM Bulukumba. Ia mengatakan dalam sambutannya bahwa, ada seorang penulis yang bukan dari Agama Islam bahkan dia adalah seorang Ateis (Tidak Percaya Tuhan). Menuliskan sebuah buku yang berjudul 100 orang paling berpengaruh dalam peradaban manusia. Diketahui bahwa penulis buku itu adalah Michel H Hart, dengan berani menuliskan Nama Nabi Muhammad SAW, sebagai urutan pertama dari 100 tokoh yang paling berpengaruh disepanjang peradaban manusia dipermukaan bumi ini.

“Kita sebagai Mahasiswa yang di kenal dengan kecerdasan intelektual, spritual, dan kecerdasan humanitasnya, maka marilah kita menjadikan Rasulullah sebagai contoh dalam melakoni setiap aktivitas kita,” kata Mufliha.

Selain itu, ketua Umum PC IMM Bulukumba Asmadi Syafar, ia mengapresiasi, kegiatan yang dilaksanakan BEM STIMIK Bina Adinata. Katanya, itu merupakan agenda yang luar biasa, karena selain buka puasa bersama, panitia pun menyelipkan beberapa lomba yang mengasah skill mahasiswa yang bernuansa Islami.

“Jangan kita nodai masa muda kita ini dengan hal-hal yang bukannya akan membawa kita pada keberkahan di bulan suci Ramadhan, tetapi justru malah nemjerumuskan kita kepada kemaksiatan. Ingatlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara, sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati,” tutup Asmadi.(Rls)