Prof Ambo: Munas Tarjih Juga untuk Siapkan Generasi Mendatang yang Kuat

KHITTAH.CO, MAKASSAR —  Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) Majelis Tarjih Muhamamdiyah, di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah Makassar, Rabu, 24 Januari 2018.

Munas tarjih kali ini mengusung tema “Penguatan Spiritualitas, Perlindungan terhadap Anak dan Pengelolaan Informasi Menuju Masyarakat Berkemajuan”.

Ketua PW Muhamamdiyah Sulsel, Prof. Ambo Asse, dalam sambutannya, berharap Munas Tarjih ini melahirkan fatwa yang bermanfaat bagi umat Islam dan lebih khusus kepada warga persyarikatan Muhammadiyah.

Putusan Tarjih tersebut, harap Prof. Ambo dapat memberi tuntunan, bagaimana memberikan pembinaan dan pendidikan terhadap anak-anak Muslim sehingga menjadi generasi yang lebih baik dan generasi yang kuat.

“Kita harus menyadari bahwa peringatan Allah SWT kepada kita, bahwa kita harus meningkatkan dan membina generasi masa depan bangsa sehingga menjadi generasi yang kuat, generasi yang diharapkan untuk memajukan dan mengembangkan Negara Indonesia yang menjadi negara Indonesia yang berkemajuan,” ungkap Prof. Ambo Asse.

Sebagai tuan rumah, Prof. Ambo juga melaporkan dalam sambutannya, terkait kepesertaan, malam kemarin telah dilakukan ta’aruf (pengenalan). Peserta yang hadir  sekitar 70% dan pada pagi hari sudah hadir 95%.

Prof. Ambo juga menghaturkan terimakasih kepada PP Muhammadiyah yang mempercayakan PWM Sulsel sebagai tuan rumah.

Prof. Ambo Asse, juga berharap, seusai acara, diharapkan kepada anggota Munas Tarjih Agar tidak cepat meninggalkan Makassar.

“Jalan-jalanlah dulu di Kota Makassar, menikmati khas Makassar ada Konro, Coto, dan sop. Saudara diharapkan untuk menikmati khas Makassar itu,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Haedar Nashir mengungkapkan, dalam sambutannya,  bahwa konsep perlindungan anak adalah hal baru.

Masalah ini dijadikan materi Munas Tarjih kali ini karena masyarakat memang membutuhkan tuntunan khusus untuk perlindungan anak.

“Masyarakat perlu membuat tuntunan keagamaan perihal perlindungan anak, sehingga Muhammadiyah memprioritaskan membahas hal ini di Munas Tarjih,” ungkapnya.

Selain konsep perlindungan anak, dibahas juga perihal fikih Informasi. Fikih Informasi ini, lanjut Haedar, lebih kepada media sosial, yang dahulunua belum pernah ditemukan seperti sekarang ini.

Haedar berharap, keberadaan media sosial dapat menjadikan manusia semakin manusiawi. Untuk ini, Muhammadiyah harus berperan.

“Dengan adanya media sosial, kita harus bisa menghidupkan Al Kalam dan bil lisan dengan nilai-nilai spiritualitas atau nilai keagamaan. Muhamamdiyah harus  menjadi pelopor bermedsos yang berakhlak sebagaimana tagline Indonesia Berkemajuan,” Kata Haedar Nashir.

Dalam pembukaan itu, dihadiri ratusan orang, hadir antarany Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel KH. Baco Sanusi, pihak kepolisian dan TNI dan tokoh masyarakat lainnya.