Rumah Hijau Denassa, Jadi Lokasi Rihlah Tarbiyah SD Unismuh Makassar

KHITTAH.CO, GOWA – Sejak diberlakukannya sistem pembelajaran tatap muka terbatas bagi siswa di sekolah, berbagai metode pengajaran para guru pun diterapkan secara beragam. Seperti halnya Laboratorium School SD Unismuh Makassar yang melaksanakan Rilhal Tarbiyah di Rumah Hijau Denassa, Kec. Bontonompo Gowa, Sabtu 5 Februari 2021.

Kepala Sekolah Laboratorium School SD Unismuh Makassar, Aliem Bahri mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin sekolah yang diadakan tiap tahunnya.

“Rihlah Tarbiyah salah satu program pembelajaran yang kita miliki di Lab. School SD Unismuh, selain program unggulan lainnya seperti Islamic Montessori dan Tahfidz Quran, rihlah atau pembelajaran di luar kelas ini juga tentunya berdasarkan persetujuan komite dan wali murid” katanya.

Tambahnya, tujuan metode pembelajaran di luar kelas dapat memberikan edukasi dan pengalaman yang tak terlupakan, kesempatan siswa untuk mengenal dan berinteraksi dengan alam sekaligus mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa.

“Rihlah tahun ini kami laksanakan di Rumah Hijau Denassa, RHD di pilih panitia sebagai bentuk edukasi alam dan refresing kegiatan siswa yang hampir 2 tahun jenuh didepan layar, belum pernah bertemu gurunya, bahkan ada siswa yang tidak mengenal teman kelasnya karena semua serba virtual” ucap Aliem Bahri, Kepala Sekolah Laboratorium School SD Unismuh yang juga menjabat Ketua Prodi PGSD FKIP Unismuh Makassar

Selain tersebut, lanjutnya kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kemandirian dan kepercayaan diri, mengembangkan kemampuan sosial, membangun kerja sama, membantu tumbuh kembang anak, meningkatkan imun serta menghilangkan kepenatan siswa.

Fahmi selaku Ketua Panitia Rihlah menambahkan, kegiatan ini merupakan sarana penyegaran panca indera dan proses pembentukan imunintasi siswa secara real

“Di RHD siswa kami serasa ada di kampung halaman, menikmati panganan lokal, menangkap belalang, menanam padi hingga praktik pembuatan kompos dan biopori yang tentunya akan menjadi pengalaman berharga, juga minimal mereka bisa praktikkan dirumah masing masing” kata Fahmi.

Selain siswa, kami guru guru dan orang tua murid juga mendapatkan edukasi baru terkait jenis tanaman dan panganan lokal serta cara pengelolaannya, juga diakhir kegiatan seluruh siswa dapat oleh oleh sayur, buah dan ayam kampung dari Denassa

“Siswanya ceria, gurunya bahagia, orang tuanya panen buah dan sayur sayuran” tutupnya Fahmi diakhir kutipan.