Sambut Muktamar 2022, Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah Konsolidasikan Syiar Berkemajuan

KHITTAH.co, Makassar- Jambore Media Afiliasi Muhammadiyah resmi dibuka, Sabtu, 23 Juli 2022, di Kampus Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Saat membuka acara, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Haedar Nashir menekankan, jambore ini harus menjadi wadah konsolidasi media.

“Jadikan jambore ini untuk menghimpun seluruh potensi dalam usaha memassfikan syiar Muktamar ke-48 Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah,” pesan Haedar via daring.

Karena itu, Haedar mengajak para peserta untuk menghadirkan karya-karya terbaik Muhammadiyah untuk ditampilkan, baik ranah lokal, regional, nasional, bahkan global.

“Muktamar juga harus menjadi kekuatan bagi kita merekatkan ukhuwah, memajukan Indonesia, dan mencerahkan semesta,” ungkap Dia.

Meski demikian, kata Haedar, perayaan Muktamar tersebut tetap harus berempati dan besimpati atas wabah Covid-19 yang masih ada.

Sementara itu, Rektor UMS Sofyan Anif dalam sambutannya menyampaikan, kehadirannya dalam acara ini merupakan wujud komitmen dirinya untuk menyukseskan Muktamar.

Ia mengaku dirinya selalu risau bahkan sedih atas sepinya pemberitaan setiap perhelatan acara nasional bahkan agenda internasional Persyarikatan .

“Alhamdulillah, pagi ini saya melihat, secara kuantitas bahkan mungkin dari sisi konten, kita bisa lebih dari organisasi saudara kita di sebelah,” kata dia.

Hari ini, kata dia, merupakan sejarah yangs sangat penting bagi kehidupan Muhammadiyah. Pasalnya, hari ini merupakan momentum yang baik untuk menyukseskan syiar muktamar serta Persyarikatan.

“Tidak hanya muktamar, tetapi di sisi lain, kita bergerak terus untuk memperbaiki sistem tata kelola kita ke depan, sehingga kita bisa betul-betul tidak hanya organisasi berkemajaun, tapi di dalamnya juga didukung oleh media berkemajuan,” kata dia.

Terpisah, Mukhtarom selaku ketua panitia menyampaikan, peserta Jambore ini merupakan jurnalis dan pengelola media yang tidak hanya media resmi, melainkan media-media mandiri dan perorangan yang berafiliasi dengan Muhammadiyah.

Mukhtarom mengungkapkan, jambore ini dihelat bertujuan untuk menjalin komunikasi dan berkoordinasi menjelang muktamar. Selama ini, kata dia, media-media yang berafiliasi dengan Muhammadiyah jalan sendiri-sendiri.

Akhirnya, di jagat dunia maya, Muhammadiyah jauh tertinggal dari gerakan organisasi lain. “Diakui atau tidak, kita itu kalah dari ormas yang tidak ada tagline ‘berkemajuannya’. Dalam pemberitaan atau konten-konten virtual,” kata Mukhtarom.

Menurut dia, seharusnya, tagline berkemajua tidak hanya diwujudkan dalam urusan pendidikan dan kesehatan, tetapi juga terkait penguasaan dunia digital.

“Kita punya kampus, punya jurusan IT, tapi kalah dakwah di sosial media, dunia virtual. Itulah yang perlu kita renungkan kembali. Barangkali kita berkumpul di sini, bisa memberikan masukan-masukan dan merajut kekompakan strategi dakwah bersama,” tutup dia.