Sampah dan Manusia

Alfina (Bidang PIP PW IPM Sulsel)

KHITTAH.CO, OPINI – Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt yang memiliki akal dan hawa nafsu sedangkan sampah adalah bahan yang tidak dipergunakan lagi oleh manusia yang telah terlerai dimana-mana.

Ada 3 jenis sampah, yaitu :

1. Organik

2. Non organik

3. Organik dan non organik.

Saya telah mensurvei dibeberapa lokasi atau tempat aktivitas manusia, ada manusia yang membuang sampah di tempatnya, ada pula yang membuang sampah di sembarang tempat.

Manusia terbagi dua macam yakni ada yang menggunakan akalnya dan adapula yang menggunakan hawa nafsunya (mengotori). Manusia yang menggunakan akal ini, manusia tersebut memiliki rasa peduli terhadap lingkungan atau takut melihat lingkungan sekitar tercemar, dan hawa nafsu memiliki rasa ingin melihat lingkungan ini bersih, aman dan tenteram. Pada dasarnya manusia ingin melakukan segala sesuatu yang baik atau buruknya itu tergantung dari individu manusianya.

Allah Swt menerangkan bahwa “kebersihan adalah bagian daripada keimanan”.

Dalam agama islam diajarkan bagaimana kita sebagai manusia mensucikan diri, yang dimaksud mensucikan diri yakni menjaga kebersihan lingkungannya, hal itu bagian daripada mensucikan diri. Sebagaimana ketika kita ingin melaksanakan salat maka kita harus berwudhu (mensucikan), sebagaimana kita ingin salat lantas kita belum mandi wajib maka kita harus mandi wajib terlebih dahulu (mensucikan diri), dll.

Sampah dan manusia adalah satu perpaduan yang tidak bisa kita pisahkan, karena manusia adalah objeknya si sampah, dan sampah adalah alat atau bahan yang dibuat oleh manusia itu sendiri untuk di pergunakan.
Ada dua efek ketika manusia membuang sampah sembarangan tempat:

1. Sampah yang mendatangkan bencana

Sampah yang mendatangkan bencana yang dimaksud ini ialah ketika lingkungan sudah tidak terawat, salah satunya membuang sampah sembarangan tempat hal ini dapat memicu banjir berdatangan.

2. Sampah yang tidak mendatangkan bencana

Yang dimaksud adalah ketika manusia membuang sampah pada tempatnya kemudian diolah dengan baik atau dipergunakan oleh manusia, seperti dijadikan sebagai pemicu untuk berkreativitas sehingga terbentuklah seni yang indah.

Pandangan Muhammadiyah antara manusia dan sampah tidak terlepas dari Al – Qur’an dan hadits:
“Maka seyogianya kita yang mengaku sebagai warga muhammadiyah harus mengviralkan lagi nilai-niali kebaikan seperti menjaga lingkungan ini dan mengingatkan kepada kebajikan untuk melihat lingkungan ini jauh lebih baik”. (Q.s Al Imran: 104)

Lebih baiknya lagi kita sebagai kader Muhammadiyah memberikan wadah untuk Masyarakat dengan mengadakan pelatihan pembuatan produk kreasi dari sampah plastik, kegiatan ini tidak mencakup satu tujuan saja tetapi kegiatan ini bisa menjadi nilai jual untuk masyarakat itu sendiri.

Langkah selanjutnya perlu dijadikan sebuah habitat sebagai budaya, peduli dalam mengelola sampah, agar tumbuh kebiasaan gaya hidup sehat.