Selamat, STKIP Muhammadiyah Enrekang Raih Klaster Madya Bidang Penelitian

KHITTAH.CO, Enrekang – STKIP Muhammadiyah Enrekang tahun ini patut bersyukur. Pasalnya STKIP Muhammadiyah Enrekang meraih Klaster Madya untuk bidang penelitian.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam rilis yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristek Dikti Nomor: B/850/E2.4/RS.04/2019 tentang Peringkat Perguruan Tinggi berbasis Kinerja Penelitian.

Dari 1977 perguruan tinggi Indonesia baik PTN maupun PTS, STKIP Muhammadiyah Enrekang berhasil menempati urutan 227 dengan status peringkat “Klaster Madya”.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Sistem Riset dan Pengembangan, Ocky Karna Radjasa yang menandatangani surat edaran mengucapkan selamat kepada perguruan tinggi.

“Kami ucapkan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras yang telah dilakukan oleh Perguruan Tinggi dalam melaporkan data kinerja penelitiannya,” tulis Ocky.

Semoga bagi Perguruan Tinggi yang telah mendapatkan predikat tertinggi selalu berupaya untuk dapat mempertahankannya, dan Perguruan Tinggi yang belum mendapatkan kinerja tertinggi terus berusaha untuk meningkatkan kinerjanya, harap Ocky.

Sementara itu, menanggapi capaian yang telah ditorehkan, Yunus Busa selaku Ketua STKIP Muhammadiyah Enrekang mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan mendapatkan predikat klaster madya.

“Alhamdulillah, tentunya kami sangat bersyukur atas prestasi demi prestasi yang telah diukir oleh teman-teman dosen termasuk capaian institusi yang sudah masuk dalam klaster madya pada bidang penelitian ini,” ucap Yunus.

Tinggal dua anak tangga lagi untuk bisa sampai pada klaster tertinggi, yakni klaster utama dan mandiri, sambungnya.
Yunus berharap, semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, STKIP Muhammadiyah Enrekang bisa masuk pada klaster utama dan selanjutnya klaster mandiri.

Yunus pun menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan kemampuan riset pada dosennya termasuk penguatan kompetensi pada aspek metodologi penelitian serta membangun kolaborasi dengan seluruh pihak.

Kami akan terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk juga kepada sesama Perguruan Tinggi Muhammadiyah, PTN, dan PTS, juga dengan institusi pendidikan di luar negeri, tandasnya.

Dalam pemeringkatan kinerja penelitian perguruan tinggi, ada dua aspek utama yang dinilai, yaitu publikasi dan manajemen penelitian.

Sebagaimana disampaikan Elihami selaku Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) STKIP Muhammadiyah Enrekang.

“Untuk pemeringkatan kinerja penelitian, dua aspek yang dinilai oleh tim reviewer dari Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan (DPRP) yakni publikasi dan manajemen penelitian,” ujar Elihami.

Dia pun berharap agar capaian klaster madya STKIP Muhammadiyah Enrekang bisa dipertahankan bahkan terus ditingkatkan ke level klaster berikutnya, yakni utama dan mandiri.

Secara statistik, jumlah penelitian dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang yang telah didanai oleh DPRP Kemenristek Dikti dalam tiga tahun terakhir sudah cukup banyak.

Dan untuk tahun 2019 ini, ada 37 judul penelitian dan 6 judul pengabdian yang diajukan oleh dosen STKIP Muhammadiyah Enrekang untuk mendapatkan dana hibah penelitian.