Songsong Muktamar Solo, Muhammadiyah Pangkep Launching Taman Baca Al-Mujahadah

KHITTAH.CO, PANGKEP – Gema Muktamar ke 48 Muhammadiyah makin terasa bergema hingga ke berbagai daerah. Muhammadiyah di Kabupaten Pangkep, misalnya, menangkap etos ‘mencerahkan semesta’ dengan meluncurkan Taman Baca Al-Mujahadah.

Peluncuran digelar di Jalan Andi Mauraga, samping SMP Negeri 2 Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Sabtu sore, 6 Agustus 2022.

Acara peluncuran taman baca ini dihadiri Sekretaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Pangkep Syamsir, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pangkep, dan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pangkep.

Ketua MPI Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pangkep Ardanil mengungkapkan, bahwa taman baca ini mulai dirintis sejak dua tahun lalu, namun sempat terkendala dengan kehadiran COVID-19.

“Taman Baca ini dirintis sejak Pak Irwan Mustafa masih menjabat Ketua MPI Pangkep, dan Alhamdulillah baru terealisasi hari ini,” ungkap Ardanil.

Irwan Mustafa yang mewakili PDM Pangkep, mengungkapkan bahwa MPI PDM Pangkep telah menyiapkan agenda diskusi berkala untuk menghidupkan taman baca itu.

Selain Taman Baca, di tempat yang sama juga bakal disiapkan warung kopi. “Jadi AMM, kalau mau rapat, atau bikin acara diskusi, tidak perlu lagi cari tempat lain. Ada harga khususlah,” ujarnya, disambut tawa lebar peserta diskusi yang didominasi AMM.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Perpustakaan Kabupaten Pangkep Syamsir mengapresiasi kehadiran taman baca yang diinisiasi MPI PDM Pangkep. Kehadiran taman baca itu, lanjutnya, telah membantu Pemerintah, khususnya Perpustakaan Daerah dalam mengemban amanat UU No 43 tahun 2007.

Ia berharap, kehadiran taman baca ini, dapat meningkatkan kesadaran literasi masyarakat Kabupaten Pangkep. “Kami punya beberapa program, nanti bisa dikolaborasikan dengan Muhammadiyah,” ujar alumni IPM Pangkep ini.

Ketua MPI PWM Sulsel Hadisaputra menegaskan, bahwa apa yang dilakukan Muhammadiyah Pangkep, merupakan upaya menegakkan kembali cita-cita KH Ahmad Dahlan, yang telah merintis pendirian Taman Pustaka dan penerbitan Majalah Suara Muhammadiyah sejak fase awal kehadiran persyarikatan.

Hadi menyebut, kehadiran taman pustaka dan majalah di zaman Kiai Dahlan, bisa disebut Langkah visioner. “Bayangkan Sebagian besar orang pribumi waktu itu masih buta huruf, tapi Muhammadiyah malah bikin perpustakaan dan terbitkan majalah,” ungkapnya.

Namun saat ini, lanjut Ketua MPI PWM Sulsel ini, harus ada langkah yang melampaui era Dahlan. “Tantangan terbesar kita saat ini, bagaimana menghadapi era digital. Era digital membuat orang semakin mudah mengakses pengetahuan, namun di sisi lain stamina orang untuk membaca semakin berkurang,” ungkap dosen Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar ini.

Oleh karena itu, lanjutnya, dibutuhkan kesungguhan, sebagaimana nama taman bac aini, untuk melakukan inovasi. “Misalnya buat pelatihan membaca kritis dan kreatif, atau diskusi yang mendorong agar orang mau membaca buku. Silakan dipikirkan inovasinya,” kata Hadi.

Ia juga berharap, taman baca yang dirintis MPI PDM Pangkep itu, dapat menjadi pusat rujukan literatur Muhammadiyag terlengkap di Pangkep.

Peluncuran ditandai dengan penandatanganan berita acara peresmian taman baca. Usai peluncuran, acara dilanjutkan dengan dialog Refleksi Muharram, yang menghadirkan Komisioner KPU Pangkep dan Wakil Ketua PDM Pangkep Husain Mustafa.