Terisak, Syaiful Saleh: Demi Ananda Sekalian, Saya Terima Amanah Mudir Ini

KHITTAH.CO, Makassar – Mudir Pondok Pesantren (Pontren) Darul Arqam Muhammadiyah Gombara Wilayah Sulawesi Selatan, Dr Ir Saiful Saleh sempat terisak saat menyampaikan sambutan.

“Apa yang akan saya lakukan di Gombara? Maka yang terbayang di pikiran saya adalah ananda-ananda ini. Saya sampaikan kepada Ananda, kalau bukan karena Anda, saya tidak terima ini tugas,” ungkap Syaiful menahan tangisnya.

Wakil Ketua PWM Sulsel ini terisak ketika mengisahkan prosesi dirinya diamanahkan menjadi mudir.

Ia menjelaskan, saat ini mudir Pontren Gombara terdiri atas tiga orang konsorsium yang diketuai oleh dirinya.

Lanjut Saiful, dirinya didampingi oleh Luqman Abd Samad dan Dr Ali Bakri yang merupakan Ketua dan Sekretaris Lembaga Pembinaan Pondok Pesantren Muhammadiyah (LPPPM) PWM Sulsel. 

Sebagai mantan birokrat dan akademisi dalam bidang perairan,  Syaiful mengungkapkan dirinya tidak memiliki pengalaman dalam pengelolaan pesantren.

Sambil terisak, Ia mengungkapkan, tugas pertamanya adalah mengamati kondisi Gombara. Dalam dua bulan pengamatan itu, Syaiful menjadi paham kondisi santri.

“Kalau bukan karena Ananda sekalian, saya tidak akan terima amanah mudir ini. Tapi karena Anda, saya akhirnya minta izin sama istri untuk terima menjadi mudir,” kata Syaiful.

Lanjut Syaiful Saleh, dirinya harus meminta izin kepada istrinya, karena meski tidak tinggal di kompleks pesantren, ada suatu waktu yang mengharuskan Mantan Ketua BPH Unismuh ini salat Subuh berjemaah dengan para santri.

“Jadi, saya harus keluar rumah sebelum Subuh. Tentu, untuk menjaga perasaan istri saya harus minta izin,” beber Syaiful.

Syaiful Saleh juga mengisahkan, betapa terkejutnya ia ketika mengetahui kondisi sejumlah bangunan dan fasilitas di pontren ini.

“Kemarin, selama dua bulan di sini, saya tidak pernah datangi poliklinik santri. Karena saya berpikir poliklinik adalah tempat yang pasti bagus,” kisah Syaiful.

Ternyata, Syaiful keliru. Ungkap dia, ketika dirinya mendatangkan dua dokter yang merupakan alumni Pontren Gombara, barulah diketahui bahwa kondisi poliklinik juga tidak dalam keadaan baik.

“Begitu saya masuk di poliklinik, ternyata tidak ada yang bisa dibanggakan. Alhamdulillah, setelah saya suruh bongkar, sebentar bisa kita saksikan, poliklinik itu sudah selesai,” ungkap Syaiful diiringi tepuk tangan.

Hal yang juga menarik dari sambutan Syaiful, ia juga mengaku sedang belajar bahasa Arab.

Syaiful mengaku sedang belajar bahasa Arab kepada Ustaz Jufri, penanggung jawab bidang bahasa Pontren Darul Arqam Gombara Makassar.

“Alhamdulillah, ternyata di Gombara ini kita bisa bekerja sama-sama dengan gembira. Silakan jalan-jalan ke Gombara, supaya Bapak-Ibu tahu keadaan Gombara dan bisa beradaptasi apa,” tutup Mantan Kadis Perikanan Kota Makassar ini.

(Fikar)