Tingkatkan Mutu Lembaga, STKIP Muhammadiyah Enrekang Bimtek Penyusunan IAPT

KHITTAH.CO, Enrekang — STKIP Muhammadiyah Enrekang terus berupaya meningkatkan mutu lembaganya, baik mutu pada tingkat program studi, lembaga internal, maupun untuk institusi STKIP Muhammadiyah Enrekang.

Wujud usaha tersebut dilakukan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 di Kampus II, Sabtu (16/11/2019).
Bimtek yang berlangsung selama dua hari berturut-turut (16 s/d 17 November 2019) akan membahas secara mendalam tentang cara penyusunan Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).

Untuk membedah itu, Pusat Penjaminan Mutu (P2M) STKIP Muhammadiyah Enrekang mengundang secara khusus narasumber dari anggota Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, Dr. Budhi Akbar, M.Si.

Dalam penjelasannya, Budhi Akbar mengatakan hal mendasar yang harus diperhatikan oleh perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan mutu lembaganya adalah aspek Sumber Daya Manusia (SDM).

“Dalam upaya peningkatan mutu perguruan tinggi, setidaknya ada tiga faktor utama yang sangat penting diperhatikan. Pertama, aspek SDM, dalam hal ini adalah dosen, baik dosen tetap maupun dosen tidak tetap,” ujarya.

Terkait dosen, penting juga diperhatikan bahwa jumlah dosen tidak tetap yang masuk dalam hitungan maksimal 10 persen dari dosen tetap yang ada. Jadi dosen tetaplah yang paling menentukan. Dan jangan lupa, rasio dosen dengan mahasiswa harus ideal, lanjutnya.

Aspek kedua, sambung Budhi Akbar, yaitu dokumen Sistem Penjaminan Mutu (SPM) harus lengkap dan tersedia bukti yang shahih bahwa dokumen itu telah dipraktikkan dengan baik sebagai upaya pengembangkan budaya mutu. Dan yang terakhir adalah efektivitas dari fungsi lembaga pejaminan mutu internal perguruan tinggi.

Wakil Direktur Sekolah Pascasarjana (SPs) UHAMKA menambahkan bahwa dalam visitasi institusi nantinya, ada dua hal yang akan dikonfirmasi secara saksama oleh asesor yaitu kesesuaian antara dokumen LKPT yang diupload dengan bukti riil di lapangan.

Dan kedua adalah personal, maksudnya saat visitasi nanti aktor yang akan menjelaskan dokumen LKPT harus paham betul dengan isi LKPT, jelas mantan Ketua LP2M, Universitas Prof. DR. HAMKA, Jakarta.

Sementara itu Ketua P2M yang sekaligus Ketua Tim Task Force Visitasi Institusi STKIP Muhammadiyah Enrekang, Masnur mengatakan setelah kegiatan Bimtek selesai pihaknya akan segera mengunggah dokumen LKPT di sistem.

“Setelah Bimtek ini selesai, kami akan mengadakan pertemuan khusus dengan anggota Tim Task Force untuk melakukan sinkronisasi antar bagian yang sudah dikerja oleh teman-teman tim,” kata Masnur.

Dan Insya Allah jika sudah rampung, rencana minggu depan kami langsung kita unggah (upload) di Sapto BAN PT, tutupnya.