ToT Tarjih Sulsel, Kiai Jalal: Dulu Tidak Aktif, Kini Alhamdulillah

Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PWM Sulsel K.H Jalaluddin Sanusi

KHITTAH.CO, Makassar- Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel menggelar Training of Trainer (ToT) Kader Tarjih Tingkat Wilayah, Jumat, 9 September 2022.

Dalam sambutannya, Ketua MTT PWM Sulsel, KH Jalaluddin Sanusi mengungkapkan sejarah pendidikan ulama Tarjih di Sulsel. Kata dia, upaya terkait Tarjih ini dirintis sejak 1986. Saat itu, kondisinya belum seperti kini.

Ia juga mengungkapkan kondisi MTT PWM Sulsel yang sempat jatuh bangun. “Saya pernah merasakan majelis ini tidak aktif, tidak ada kejelasan, di wilayahnya. Kalau di pimpinan pusat, kurang-kurang juga. Tidak bisa berpikir taktis,” kata dia.

Kondisi tersebut berbeda dengan kini. Kiai Jalal mengungkapkan MTT PWM Sulsel menempati posisi pertama di luar Jawa peraih Tarjih Award.

“Alhamdulillah, karena kita punya program yang unggul. Di Parepare, kita melakukan musyawarah. Alhamdulillah, kita melahirkan program-program yang semuanya berjalan, kecuali satu karena ada covid. Yaitu, musyawarah tarjih tingkat wilayah yang ke 3.”

Sementara itu, Ketua panitia, Abbas Baco Miro mengungkapkan, ToT ini digelar untuk meningkatkan kemampuan para alumni pelatihan ini untuk mentarjih. Terlebih, bagi alumni Pendidikan Ulama Tarjih.

“Sehingga mereka dapat berpengaruh di mana pun kader berada. Harapan kita, kita tingkatkan peran mereka di daerahnya masing-masing. DI mana dia bertugas, apakah di wilayah, di daerah, cabang, atau di ranting, atau ketika dia bertugas di pesantren, mereka berkewajiban membuat pelatihan ketarjihan,” kata Abbas.

Karena itu, pihaknya akan mengontrol dengan mengaktifkan grup yang sudah dibuat. Para alumni ToT ini diwajibkan membuat laporan yang ditampilkan di grup tersebut.

Ia menargetkan, sebelum Muktamar pada November nanti, para lepasan ToT ini, khususnya yang alumni PUTM, sudah mulai bergerak.

“Kalau bisa, sebelum Musyawarah Wilayah nanti, alumni-alumni kita ini sudah memberikan laporan di mana saja mereka sudah membuat pelatihan,” kata Abbas.

Sekretaris MTT PWM Sulsel ini melaporkan, banyak yang menghubungi dirinya untuk diikutkan dalam ToT. Karena itu, ToT ini dihelat secara hibrida, daring dan luring.

Menanggapi hal ini, Ketua PWM Sulsel, Ambo Asse mengaku bersyukur atas capaian MTT PWM Sulsel dan agenda ToT ini.

“Kita memang harus terus bergerak, harus berkemajuan. Jangan sampai disebut-sebut berkemajuan tapi tidak ada yang maju-maju,” kata dia.

Terkait ToT ini, ia mengatakan hal ini penting dan memang sudah seharusnya dihelat. “ToT ini adalah pelatihan instruktur kalau di pengaderan. Bagaimana menjadi seorang pembina, melatih orang terkait Tarjih. Penguatan ideologi dan manhaj Tarjih,” ungkap dia.

Ia mengaku gembira mendengar laporan terkait banyaknya peminat ToT ini. “Alhamdulillah, tadi dilaporkan banyak yang menawarkan diri untuk ikut. Ilmu memang harus dicari,” tutup Prof Ambo.

Dalam acara pembukaan ToT ini, hadir pula Wakil Ketua PWM Sulsel yang mengoordinatori Majelis Tarjih, Mustari Bosra dan beberapa Pimpinan Daerah Muhammadiyah di Sulsel.